Ratusan Bangunan di Alor NTT Rusak Akibat Gempa

Antara, Palce Amalo    •    Kamis, 05 Nov 2015 11:25 WIB
gempa bumi
Ratusan Bangunan di Alor NTT Rusak Akibat Gempa
Foto: Gereja di Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, rusak berat akibat gempa berkekuatan 6,2 SR, Rabu (4/11/2015)/MI_Palce Amalo

Metrotvnews.com, Kupang: Ratusan bangunan terdiri dari rumah penduduk, gedung sekolah, perkantoran, dan rumah ibadah, rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu 4 November.

Kerusakan parah terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Alor Timur, dan Kecamatan Kolana Selatan seperti Desa Tanglapui Timur, Maritaing Taranama, Lantoka, Padang Alang dan Naumang.

"Di desa-desa itu banyak rumah penduduk rusak berat dan rata dengan tanah," kata Absalom, warga Alor, NTT, Kamis (5/11/2015).

Selain bangunan, gempa juga mengakibatkan longsor di ruas jalan yang menghubungkan Kalabahi, ibu kota Alor dengan wilayah Kecamatan Alor Timur. Material longsoran berjatuhan dan menutup badan jalan. Sebuah jembatan di ruas jalan ini dilaporkan roboh.

Warga Kalabah Titin Siahaan mengatakan, pada Rabu malam, warga memilih mengungsi ke tenda yang dibangun di luar rumah. Langkah itu dinilai tepat guna mengantisipasi gempa susulan.
"Warga takut terjadi gempa susulan sehingga tidur di luar rumah," kata Dia.

Gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi pada koordinat 8.20 LS dan 124.94 BT, atau sekitar 28 km timur laut Alor, dengan kedalaman 89 Km dari permukaan laut. Menurut Daud, gempa juga mengakibatkan beberapa jalan terputus. Tim BPBD, TNI, dan Polri mendata kerusakan bangunan akibat gempa itu.

"Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Alor Timur karena memang lokasi gempanya berdekatan dengan bangunan rumah milik warga serta fasilitas umum lainnya di Desa Maritaing yang rusak tersebut," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, Marthen Daud.

Hingga Kamis pagi ini, belum ada laporan adanya korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun ia mengimbau agar masyarakat bisa tetap waspada karena gempa susulan skala kecil diprediksi masih terus terjadi di kabupaten itu.

"Tadi malam sekitar pukul 22.30 juga sempat terjadi gempa susulan berkekuatan 4,6 SR, sehingga kami minta masyarakat tetap waspada," imbuh dia.


(TTD)