Antisipasi Banjir, Sudin Tata Air Jakbar Siapkan 30 Pompa Air

Ilham wibowo    •    Kamis, 05 Nov 2015 12:02 WIB
banjir jakarta
Antisipasi Banjir, Sudin Tata Air Jakbar Siapkan 30 Pompa Air
Ilustrasi Pompa Air--Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim penghujan tak lama lagi tiba. Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat menyiapkan antisipasi banjir dengan pompa air. Namun, jumlah pompa air ini masih sama seperti tahun lalu.

"Tahun ini tidak ada penambahan pompa. Kita masih memaksimalkan penggunaan pompa yang ada," tutur Kasudin Tata Air Jakarta Barat, Harun M Ali saat ditemui di kantornya, Kamis (5/11/2015).

Dari informasi yang dihimpun, pompa air yang menjadi kewenangan Sudin Tata Air Jakarta Barat tercatat ada 30 unit stasioner yang tersebar di seluruh titik rawan banjir.

Keberadaan stasioner pompa air tersebut di antaranya Waduk Wijaya, Waduk Rawa Kepa, Waduk Pondok Bandung, Waduk Hankam 1(Palmerah), Waduk Hankam II (Palmerah), Waduk Bojong Indah, Pinangsia, Kyai Tapa, Gang Macan, Taman Ratu, Underpas Tomang, Pendongkelan, Departemen Agama, Kebon Raya, RW 1 Semanan, Satpas Daan Mogot, Pool PPD, Kedoya Utara, Mangga Raya, Kampung Apung, Saluran Penghubung Klingkit, RW 3 Kalideres, RW 4 Kembangan, RW 1 Kembangkan Utara, RW 8 Kedaung Kali Angke, RW 7 Semanan, RW 8 Kapuk Pulo, Pompa Air Bojong, dan Flyover Tomang.

Menurut Harun, keberadaan stasioner pompa air tersebut mampu mengurangi banjir di wilayah Jakarta Barat. Ia menjelaskan, dalam satu stasioner terdapat dua hingga empat pompa air.

"Pompa sudah standby artinya ketika ada genangan air kita akan percepat turunnya genangan. Jumlah pompa tergantung luas wilayah. Perbaikan pompa rusak sudah berjalan, ada satu dua yang rusak, tidak ada yang mati total," tuturnya.

Lebih lanjut, Harun mengatakan, jumlah pompa air ini untuk mengantisipasi banjir tahun ini masih cukup. Sebab, pihaknya juga telah melakukan antisipasi lain dengan menguras sedimen sungai-sungai penghubung yang dilakukan hingga akhir tahun.

"Sebagian besar waduk di Jakarta Barat sudah dikeruk, sebagian masih dalam proses. Tahun ini kita sudah siap mengendalikan banjir," tuturnya.

Dari data yang didapat Metrotvnews.com, DKI memiliki total 409 pompa yang tersebar di lima wilayah plus dua kanal banjir. Tercatat, setidaknya ada 61 pompa yang rusak. Jakarta Selatan menjadi wilayah yang memiliki jumlah pompa rusak paling banyak dengan 18 pompa.

Jenis kerusakan pompa pun bisa beragam. Seperti rusaknya selang solar genset, rusak akibat umur dan jam kerja pompa, overhaul, maupun panel pompa tidak lagi berfungsi.

Berikut data pompa DKI Jakarta yang tersebar di lima wilayah:

Jakarta Timur, total pompa 40 (kondisi baik 28, rusak 12).

Jakarta Utara, total pompa 22 (kondisi baik 20, rusak 2).

Jakarta Selatan, total pompa 89 (kondisi baik 71, rusak 18).

Jakarta Pusat, total pompa 58 (kondisi baik 53, rusak 5).

Jakarta Barat, total pompa 100 (kondisi baik 92, rusak 8).

Banjir Kanal Barat, total pompa 64 (kondisi baik 49, rusak 15).

Banjir Kanal Timur, total pompa 36 (kondisi baik 35, rusak 1).

Total pompa di Jakarta 409, rusak: 61, baik 349.


(YDH)