Jawa Tengah, Kiblat Baru Industri Tekstil

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 05 Nov 2015 12:52 WIB
tekstil
Jawa Tengah, Kiblat Baru Industri Tekstil
Ilustrasi pabrik tekstil. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melesatnya perkembangan investasi industri tekstil di Jawa Tengah (Jateng) menjadi perhatian Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Hal ini seakan meneguhkan posisi Jateng menjadi salah satu kiblat investasi tekstil di Tanah Air.

Berangkat dari sana, Kepala BKPM Franky Sibarani pada Jumat, 6 November, akan mengagendakan kunjungan dua pabrik tekstil di Jawa Tengah (Jateng) yang sedang berkembang. Kunjungan tersebut akan dilakukan ke pabrik PT Eco Smart di Boyolali yang telah mulai merealisasikan perekrutan tenaga kerjanya dan PT Ungaran Sari Garment yang baru memulasi proses ground breaking.

Menurut Franky, provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang investasinya meningkat drastis. Adapun realisasi investasi di sektor tekstil di Jateng ini meningkat hingga 10 kali lipat lebih. "Dari posisi sebelumnya, Januari-September 2014 di angka Rp263 miliar, tahun ini menjadi Rp2,7 triliun,"‎ jelas Franky dalam siaran persnya, Kamis (5/11/2015).

Selain Jawa Tengah, provinsi yang selama ini sudah banyak dikenal sebagai kiblat investasi tekstil adalah Jawa Barat. Di Jawa Barat, investasi tekstil tercatat mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen. "Jadi saat ini posisinya tipis Jawa Tengah sebagai kiblat baru investasi tekstil di posisi Rp2,7 triliun, diikuti oleh Jawa Barat dengan nilai investasi tekstil Rp2,6 triliun," sebutnya.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, kata Franky, investasi tekstil di Jawa Tengah menyerap 60.442 tenaga kerja, diikuti oleh Jawa Barat yang menyerap 40.980 tenaga kerja, serta provinsi Banten dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.469 orang. Sehingga untuk periode Januari-September 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari sisi rencana penyerapan tenaga kerja Jawa Tengah penyerapannya naik 20 kali lipat.

Sepanjang periode Januari-September 2015, realisasi investasi industri tekstil dan produk tekstil mencapai 523 proyek dengan nilai investasi Rp5,85 triliun. Investasi di sektor tekstil dan produk tekstil masih didominasi oleh industri pakaian jadi dengan jumlah 203 proyek dan nilai investasi Rp1,33 triliun diikuti oleh industri tekstil lainnya sebanyak 42 proyek dengan nilai Rp224 miliar, dan industri penyelesaian akhir tekstil sebanyak 41 proyek dengan nilai Rp155,8 miliar.


(AHL)