Tenaga Kerja Indonesia Butuh Modal Keterampilan Mental

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 05 Nov 2015 13:43 WIB
tenaga kerja
Tenaga Kerja Indonesia Butuh Modal Keterampilan Mental
Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri saat acara Pelantikan Garda Bangsa di Kabupaten Gresik, 4 November, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Gresik: Tenaga kerja Indonesia tak hanya membutuhkan kompetisi untuk bersaing di momen Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tapi, tenaga kerja harus memiliki keterampilan lain yang meliputi mental, nasionalisme, dan kepercayaan diri.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri dalam acara pelantikan dan dialog Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa di Gresik, Jawa Timur, Rabu 5 November.

Menaker menilai keterampilan itu menjadi modal agar tenaga kerja Indonesia lebih tangguh bersaing dengan tenaga kerja asing. Sementara kompetensi yang dibutuhkan yaitu hard skill, atau keahlian yang bersertifikasi dan teruji," kata Menaker.

Kemenaker, kata Hanif, menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya memberikan pelatihan pada tenaga kerja yang berpendidikan rendah. Sehingga tenaga kerja lebih memiliki keahlian.

"Selain jalur pelatihan kerja. Jalur lainnya adalah melalui pendidikan. Yang jalur pendidikan ini nanti akan diatur oleh Kementrian Pendidikan. Di antaranya dengan mewajibkan wajib belajar 12 tahun," tutur Hanif.

Hanif mengatakan Kemenaker fokus memberikan pelatihan pada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Kemenaker menyiapkan balai latihan kerja (BLK). Setiap orang bisa masuk ke BLK untuk belajar mengembangkan keterampilan kerjanya.

"Semua warga bisa masuk BLK tanpa syarat. Meskipun lulusan SD bisa masuk BLK. Nanti setelah pelatihan akan diberikan sertifikasi keahlian. Dengan begitu saat melamar sebuah perusahaan mengetahui calon tenaga kerjanya memiliki keahlian yang diakui pemerintah," terangnya.


(RRN)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

19 minutes Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA