Jelang Paket Kebijakan Jilid VI, IHSG Rontok

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 05 Nov 2015 16:20 WIB
ihsg
Jelang Paket Kebijakan Jilid VI, IHSG Rontok
Ilustrasi kegiatan di bursa efek -- FOTO: Antara/DYAH

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid VI sore ini. Penantian pengumuman tersebut tak menyokong penguatan bagi indeks harga saham gabungan (IHSG).

Selain karena terseret bursa global sejak pagi, rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini juga melemahkan IHSG secara tidak langsung. Alhasil, pada penutupan perdagangan hari ini membuat IHSG harus kembali terhempas karena tidak adanya sentimen positif yang mendukung pergerakan indeks.

IHSG Kamis (5/11/2015) sore ditutup melemah 35,33 poin atau setara 1,0 persen ke posisi 4.577. Sementara indeks saham unggulan LQ45 turun tipis 7,63 poin ke 787 dan JII melemah 5,24 poin ke 605.

Sore ini sudah pasti seluruh sektor kompak berada di zona merah. Adapun sektor yang melemah paling tajam masih dipimpin dari sektor perkebunan sebesar 41,29 poin dan konsumer sebesar 18,20 poin.

Volume transaksi perdagangan sore ini ditutup sebesar 2,5 miliar lembar saham senilai Rp3,2 triliun. Sebanyak 82 saham menguat, 190 saham melemah, 104 saham stagnan, dan 184 saham tidak ada perdagangan.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya yakni PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) naik Rp175 ke Rp2.600, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp125 ke Rp13.500, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp110 ke Rp2.160.

Sementara saham-saham yang masuk dalam jajaran top loosers yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp925 menjadi Rp19.950, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melemah Rp700 ke Rp94.700, dan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) merosot Rp400 ke Rp6.200.


(AHL)