Surat Edaran Ujaran Kebencian Hal Biasa

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 05 Nov 2015 16:56 WIB
ujaran kebencian
Surat Edaran Ujaran Kebencian Hal Biasa
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Surat Edaran (SE) Ujaran Kebencian ditanggapi beragam banyak pihak. Namun, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti justru menanggapi santai dan mengimbau masyarakat tak mengkhawatirkan surat itu.

"SE tidak adalah hal yang luar biasa, tapi tanggapanya beragam. Bagi saya, itu hal biasa. Surat itu biasa," kata Kapolri di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).

Badrodin mengatakan, surat edaran sesungguhnya ditujukan untuk polisi. Tapi bocor hingga diketahui khalayak dan menimbulkan beragam pendapat. Menurutnya, surat edaran itu diterbitkan supaya anggota Polri di lapangan bisa bekerja dengan baik.

"Saya khawatir kalau anggota Polri tidak paham, sehingga hal yang seharusnya masuk ranah hukum malah dianggap biasa," ujarnya.

Dia menjelaskan, surat edaran ini barang lama. Pihaknya, kata Kapolri, sering berdiskusi dengan LSM terkait ujaran kebencian yang kerap dilontarkan di waktu tertentu seperti orasi, pidato keagamaan, hingga media sosial.

Tak hanya itu, tiga tahun sebelumnya, jenderal bintang empat itu mengungkap pernah mengadakan seminar yang juga dihadiri pakar dan LSM terkait dengan pembahasan ujaran kebencian tersebut.

Selain itu, pada tahun lalu, Kapolri mengungkap, Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) pun telah melakukan penelitian di empat kota besar terkait dengan penindakan bila ditemukan ujaran kebencian.

"Temuannya sama, bahwa anggota Polri tidak paham dengan ujaran kebencian ini. Ditemukan di lapangan, untuk menangani masalah ini anggota ragu-ragu dan tidak tegas," jelasnya.

Dia mencontohkan, seperti saat adanya kampanye Pilkada atau Pemilu yang didapat ada yang menyudutkan salah satu pihak. Namun, tak ditindak. Lantaran belum ada kejelasan terkait ujaran kebencian seperti apa.

"Apalagi media sosial, nah ini dasar penelitian itu direkomendasikan ke Polri," ungkapnya.

Badrodin menegaskan, surat edaran ini dibuat berdasarkan pengalaman, temuan, dan kasus-kasus yang ditemukan di lapangan. Dengan adanya surat edaran itu, Kapolri berharap anggotanya mengerti dan paham bentuk dari ujaran kebencian. Bukan untuk membungkam.

"Kalau ini tidak tahu, nanti bagaimana mencegah. Bahaya bila dibiarkan," tegasnya.

 


(TII)

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

48 minutes Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Pengamanan d…

BERITA LAINNYA