JK Tak Tahu Ada Intervensi dalam Perpanjangan Kontrak Freeport

Dheri Agriesta    •    Kamis, 05 Nov 2015 17:01 WIB
freeport
JK Tak Tahu Ada Intervensi dalam Perpanjangan Kontrak Freeport
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengaku tak tahu ada pihak yang mengintervensi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Hal ini sebelumnya diungkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

"Intervensi? Siapa intervensi?" tanya JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).

Menteri ESDM Sudirman Said mengaku ada pihak yang mengintervensi perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu. JK pun mengaku tak tahu menahu dengan laporan itu.

Sejauh ini, kata JK, Sudirman belum melaporkan hal itu kepada dirinya. "Saya tidak tahu. Belum baca saya. Sejauh ini Sudirman tidak melaporkan hal itu," kata dia.

Dalam sebuah acara televisi, Sudirman Said mengaku ada tokoh politik yang mengintervensi Presiden Komisaris Freeport James R. Moffatt. Tokoh politik ini menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sudirman tak membeberkan identitas tokoh politik ini. Ia mengaku berani mengatakan hal ini kepada publik karena telah mendapatkan keterangan yang sama sebanyak dua kali dari James Moffatt. Tokoh politik itu, kata Sudirman, bahkan juga meminta saham kosong dan beberapa proyek pembangkit listrik agar perpanjangan kontrak PT Freeport dapat dilancarkan.

"Saya berani mengatakan ini karena terjadi dua kali diskusi dan dua kali konsisten mengatakan saya bisa membantu Anda tapi dengan syarat tadi. Berilah saham, bahkan meminta satu project pembangkit listrik di Timika untuk meminta saham kosong, dengan itulah mereka menjanjikan ini di-settle. Saya bersyukur proses itu tidak terjadi, sehingga Indonesia tidak dipermalukan dan akhirnya proses ini melalui jalur yang normal di mana sektor menjadi mengambil keputusan dan pres memutuskan sendiri tanpa harus melalui deal semacam itu. Sang politisi memanggil pihak Freeport Indonesia tapi pesan itu sampai ke Freeport Internasional," kata Sudirman.


(AHL)