Daripada Bikin Partai Baru, Kader PPP Mending Gabung Partai Idaman

Githa Farahdina    •    Kamis, 05 Nov 2015 17:41 WIB
sengketa ppp
<i>Daripada Bikin Partai Baru, Kader PPP Mending Gabung Partai Idaman</i>
Syaifullah Tamliha----Ant/Akbar Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Surabaya, Syaifullah Tamliha, mengakui konflik di internal partai kakbah tak kunjung usai. Ia meminta Romahurmuziy dan Djan Faridz duduk bersama guna menyelesaikan konflik.

Tamliha khawatir, konflik membikin kader jengah dan mendirikan partai baru. "Saya berharap tidak ada partai baru yang muncul," kata Tamliha di Komplek Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).

Tamliha meminta jika kader jengah, mereka tidak memperuncing keadaan. Dia mempersilakan kader untuk hijrah daripada membuat partai baru.

"Kalau mau gabung, silakan saja ke Partai Idaman. Jangan dibikin-bikin baru," kata dia.

Karena itu, Tamliha menilai, Muktamar Luar Biasa menjadi satu-satunya cara buat dua kubu bisa berdamai. Namun, ia menangkap ada keengganan dua kubu, kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz, dengan alasan tertentu.

"Silakan (bersaing) di situ. (Tapi) Yang saya asumsikan dari masalah ini ada yang tidak mau Muktamar Luar Biasa. Mungkin saja kantongnya sudah tipis. Jadi tidak mau lagi dia bertarung," ujar Tamliha.

 


(TII)

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

8 minutes Ago

Partai Golkar tetap berjalan baik meski Ketua Umum Setya Novanto menjadi tersangka kasus korups…

BERITA LAINNYA