MEA Berlaku, Oesman Sapta: Penuhi Dahulu Pasar Domestik

Gilang Akbar Noviansyah    •    Kamis, 05 Nov 2015 17:42 WIB
mpr ads
MEA Berlaku, Oesman Sapta: Penuhi Dahulu Pasar Domestik

Metrotvnews.com, Jakarta: Berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2016, akan membuka pintu lebih luas bagi produk Indonesia dipasarkan ke negara-negara ASEAN. Pemanfaatan peluang eksport tersebut jangan sampai mengganggu stabilitas pasokan komoditas ke pasar dalam negeri.

"Kita harus penuhi dulu kebutuhan pasar di dalam negeri dengan barang produksi sendiri," kata Wakil Ketua MPR Oesman Sapta dalam seminar nasional 'Kesiapan Daerah Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Community" di Auditorium Program Magister Manajemen Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Kamis (5/10/2015).

"Bila pasar dalam negeri sudah terpenuhi, barulah saya setuju untuk melempar ke pasar ASEAN bahkan pasar dunia," tambahnya.

Menurutnya sangat ironis bila Indonesia terpaksa mengimpor gara-gara produk atau komoditas serupa produksi dalam negeri telah habis dipesan luar negeri. Mengutamakan pemenuhan pasar domestik tidak akan membuat rugi pengusaha sebab kapasitas pasar yang jauh lebih besar dibandingkan ASEAN.

"Berapa penduduk negara-negara lain di ASEAN? Paling banyak 20 juta jiwa. Berapa penduduk Indonesia? Sebanyak 250 juta. Kita tidak perlu memikirkan masyarakat ASEAN, karena penduduk kita paling besar," sambung Oesman.

Kepada mahasiswa dari 10 perguruan tinggi peserta seminar ini, Oesman Sapta mengingatkan untuk mengawal agenda MEA atau ASEAN Community yang mulai berlaku pada akhir 2015 ini dengan rasa kebangsaan. "Rasa kebangsaan saat ini sudah mulai menyusut. Orang lupa dengan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Pada bagian lain, Oesman Sapta menyampaikan filosofi 5S menghadapi MEA atau ASEAN Community. Filosofi 5 S itu adalah strategi, struktur, skill, sistem, dan speed (dan target). "Strategi menghadapi MEA harus jelas. Kita harus memiliki struktur yang baik, ada skill, dan sistem dan speed serta target yang jelas," katanya.

Oesman juga minta kepada mahasiswa untuk tidak terpaku pada teori-teori melainkan harus melengkapi dengan pengalaman (experience). "Mahasiswa yang berhasil adalah mahasiswa yang memilki pendidikan dan pengalaman," ucapnya.

Pembicara lain dalam sesi pertama seminar ini adalah Rahmat Pramono (Duta Besar Indonesia untuk ASEAN) dan Prof Dr Yeremias T Keban (guru besar Fisipol UGM).



(LHE)

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

38 minutes Ago

Politikus Partai Golkar Ade Komaruddin siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusu…

BERITA LAINNYA