KPK Temukan Kejanggalan Pengelolaan Dana Pendidikan Keagamaan

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 05 Nov 2015 18:19 WIB
pendidikan
KPK Temukan Kejanggalan Pengelolaan Dana Pendidikan Keagamaan
Adnan Pandu Praja. Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi sempat mengkaji pengelolaan dana pendidikan Islam 2013-2014 di Kementerian Agama. Dari kajian itu, KPK menemukan kejanggalan.

Komisi antikorupsi itu kemudian memberi rekomendasi soal beberapa hal yang perlu diperbaiki jajaran Kementerian Agama di bawah Lukman Hakim Saifuddin. "Antara lain mengenai pemberian bantuan belum didasari perencanaan sempurna. Mekanisme pengajuan proposal belum sesuai good governance," kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).

Menurut dia, kriteria pemberian bantuan dalam beberapa program juga belum transparan. Lalu, data pemberian bantuan belum terklarifikasi dengan baik dan petunjuk teknis direktorat pondok pesantren belum optimal.

Anggaran dana pendidikan keagamaan anggaran 2013-2014 yang dikelola Kemenag mencapai Rp43 triliun. Angka itu didistribusikan untuk 72 ribu satuan pendidikan dan 4.510 satuan kerja di seluruh Indonesia.

Kementerian Agama pun diminta membuat rencana aksi untuk menanggapi rekomendasi lembaga antikorupsi. Keterlibatan KPK, lanjut Adnan, agar perbaikan ini bisa berjalan cepat.

"Prinsipnya keberadaan KPK sebagai eksternal yang punya unsur penindakan akan lebih dengar oleh aparatur di daerah," ucap Adnan.


(KRI)