Siap-Siap, Tiongkok akan Kembali Devaluasi Mata Uangnya

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 05 Nov 2015 18:53 WIB
ekonomi china
Siap-Siap, Tiongkok akan Kembali Devaluasi Mata Uangnya
Bank Sentral Tiongkok. (FOTO: REUTERS)

Metrotvnews.com, Jakarta: People Bank of China (PBoC)‎ atau Bank Sentral Tiongkok diperkirakan akan kembali melemahkan nilai mata uangnya.‎ Langkah tersebut dilakukan untuk menstabilkan keadaan ekonomi Negeri Panda yang saat ini mengalami perlambatan.

"PBoC akan mendevaluasi kembali lagi mata uangnya, devaluasi merupakan sebuah koreksi dari tingginya nilai mata uang tersebut selama ini. Agar memulihkan ekonomi yang melambat," ungkap China Markets Strategist ANZ, David Qu,‎ di Fairmont Hotel, Jakarta‎, Kamis (5/11/2015).

Menurut dia, ANZ memprediksi perlambatan ekonomi Tiongkok‎ di tahun ini hanya mencapai 6,8 persen, sementara di 2016 bergerak 6,3 persen. Serta pada 2017 hanya tumbuh enam persen.

‎"Kami perkirakan PBoC menekan reserve requirement ratios (RRR) ‎sepanjang 2016. Renminbi (yuan) akan melemah secara bertahap di 2016 sampai 2017. Pelemahan dilakukan dalam mendorong daya saing ekspor dan risiko mengurangi disinflasi," jelas dia.

David juga memperkirakan, pertumbuhan ekspor Tiongkok akan negatif di posisi 6,8 persen per Desember 2015. Sedangkan sepanjang tahun ini ekspor Tiongkok masih akan mengalami negatif di posisi 2,7 persen.

"Posisi impor per Desember pun masih akan negatif 15,3 persen, sepanjang tahun ini masih akan negatif 15,1 persen," sebut David.


(AHL)