Google Temukan 11 Lubang Kemanan pada Samsung Galaxy S6 Edge

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 05 Nov 2015 19:19 WIB
security
Google Temukan 11 Lubang Kemanan pada Samsung Galaxy S6 Edge
Google perlu 10 analis keamanan untuk fokus perbaiki kelemahan pada Galaxy S6 Edge. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com: Tim Project Zero di Google memiliki tugas untuk menemukan bug dan kelemahan yang ada di Android. Baru-baru ini, mereka telah selesai mencari kelemahan Samsung Galaxy S6 Edge. Dalam laporan yang diumumkan pekan ini, Google menyebutkan, telah menemukan 11 masalah keamanan berisiko tinggi dalam smartphone andalan Samsung tersebut.

Selain kelemahan pada sistem Android, S6 Edge juga memiliki kelemahan lain, seperti aplikasi Gallery dan Email. Hal ini membuktikan, software yang ditanamkan perusahaan pembuat software justru akan menambah celah keamanan yang ada pada sistem.

Satu hal positif yang bisa diambil dari penelitian Project Zero adalah bahwa 11 kelemahan yang mereka temukan pada Galaxy S6 Edge dapat diperbaiki dalam 90 hari. Sementara 3 kelemahan lain yang memiliki risiko lebih rendah akan diperbaiki pada bulan November.

Sayangnya, untuk melakukan hal ini, Google perlu mendedikasikan sebuah tim yang terdiri-dari 10 analis keamanan selama satu pekan. Dan Google tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk mencari dan memperbaiki kelemahan yang ada pada setiap smartphone berbasis Android.

The Verge melaporkan, saat ini, telah ada lebih dari 1.300 merek Android. Dan setiap perusahaan memiliki software buatan mereka sendiri, yang memiliki kelemahan tersendiri.

Biasanya, perusahaan pembuat smartphone akan melakukan kustomisasi pada Android. Karena itu, Google tidak dapat memastikan bahwa Android yang ditanamkan ke dalam sebuah gadget memang benar-benar aman. Google juga tak mungkin mencari kelemahan yang ada pada setiap gadget berbasis Android, yang sampai saat ini telah berjumlah angka 1,4 miliar.

Menyalahkan perusahaan pembuat smartphone memang mudah. Tetapi, satu hal yang harus Anda ingat adalah betapa ketatnya persaingan harga di pasar smartphone. Para produsen dipaksa untuk memberikan gadget dengan spesifikasi yang memadai dan harga terjangkau.

Selain Samsung, tak banyak perusahaan pembuat smartphone yang berhasil meraih keuntungan besar. Karena itulah, tak heran jika mereka menjadi tidak terlalu peduli terhadap masalah keamanan, terutama karena dampak dari masalah ini tak terlihat terlalu nyata bagi konsumen.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Google bekerjasama dengan beberapa perusahaan lain seperti Samsung dan LG, untuk mengeluarkan patch keamanan secara rutin setiap bulan. Mereka merasa, masalah keamanan pada Android dapat diatasi dengan lebih baik jika para pelaku industri saling membantu satu sama lain.

Masalah keamanan di Android membuat BlackBerry terdorong untuk membuat Priv, smartphone Android dengan sistem keamanan standar BlackBerry. Priv dilengkapi dengan sistem keamanan lengkap dan tool untuk memonitor aplikasi yang berfungsi untuk membantu pengguna melindungi privasi mereka.

Seharusnya, para perusahaan pembuat smartphone lainnya juga melengkapi produk mereka dengan sistem keamanan layaknya sistem yang ada pada Priv. Tetapi saat ini, mereka lebih fokus untuk membuat ponsel yang terlihat menarik dengan spesifikasi yang powerful.


(ABE)