Indonesia Ingin Damaikan Perseteruan di Laut China Selatan

Willy Haryono    •    Kamis, 05 Nov 2015 19:30 WIB
laut china selatan
Indonesia Ingin Damaikan Perseteruan di Laut China Selatan
Kapal perang tipe destroyer milik militer AS, USS Lassen. (Foto: AFP/MC1 Martin Wright/US NAVY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik di perairan kontroversial Laut China Selatan kian memanas. Tiongkok dikecam sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, karena mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Kecaman kian gencar setelah Tiongkok membuat pulau di Laut China Selatan, tepatnya di gugusan Pulau Spratly

Indonesia memilih tidak memihak siapapun dalam konflik ini. Indonesia berkomitmen menjadi negara pendukung, agar tercipta perdamaian antar pihak yang berseteru di Laut China Selatan.

"Indonesia sejak dulu tidak pernah ikut melakukan klaim atas wilayah sengketa di Laut China Selatan. Hal terpenting bagi Indonesia adalah untuk menjaga perdamaian di kawasan Laut China Selatan,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmantha Nassir, Jakarta, Kamis (5/11/2015) 

Ia menjelaskan, Code of Conduct in the South China Sea yang akan berfungsi sebagai sebuah mekanisme operasional pencegahan konflik, kini sudah mengalami kemajuan dalam prosesnya. Indonesia selalu berupaya agar tercipta perdamaian, dengan mendorong semua negara untuk mengurangi ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.

"Kemajuan memang tidak cepat, tapi sudah ada. Elemen-elemen soal CoC kini sudah dalam pembahasan. Indonesia akan berkontribusi untuk mengurangi tensi di sana, kita justru mau mendorong percepatan diskusi penyelesaian CoC," ujar Arrmanatha.

Sampai saat ini, ketegangan Laut China Selatan masih terjadi, bahkan cenderung meningkat, setelah kapal perang AS berlayar di dekat pulau buatan Tiongkok. Tiongkok geram dan mengatakan provokasi semacam itu dapat memicu peperangan. (Nabila Gita)


(WIL)