Setiap Bulan, Pelabuhan Kluwut Dibanjiri 5 Ton Sampah

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 05 Nov 2015 20:57 WIB
sampah
Setiap Bulan, Pelabuhan Kluwut Dibanjiri 5 Ton Sampah
Limbah plastik di Pelabuhan Kluwut, Bulakamba, Brebes. Foto: Metotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnewscom, Brebes: Aktivitas bongkar muat kapal para nelayan Pantai Utara (Pantura) wilayah barat menyebabkan sampah menumpuk di Pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dalam satu bulan, sampah jenis plastik ini bisa mencapai lima ton.

Para nelayan setempat menganggap membuang sampah plastik usai mengepak ikan hasil tangkapan di kapal nelayan sudah menjadi hal yang lumrah. Juhari, 39, warga setempat, mengaku menggunakan plastik ukuran 2-5 kilogram untuk mengepak ikan.

“Supaya saat membongkar ikan tidak perlu memilah-milah (ikan) lagi, tinggal memasukkan ikan ke keranjang. Jadi, irit waktu dan tenaga. Plastik yang tidak terpakai ditumpuk di dermaga, kadang juga dibuang di sungai, " kata Juhari, di TPI Desa Kluwut, Kamis (5/11/20150).

Hal yang sama juga disampaikan Warso, 53, nelayan setempat. Meskipun demikian ia mengaku masalah sampah di desanya sudah sangat parah. "Jika ini dibiarkan bisa jadi masalah besar. Sampah yang menumpuk akan menjadi sarang penyakit. Jika berlarut-larut bisa memperkumuh desa ini," ujarnya.

Sementara itu, Rosikhin, 49, salah satu pemilik toko ikan yang menjual perlengkapan nelayan di sekitar pelabuhan mengatakan rata-rata juragan kapal belanja plastik ikan di tokonya mencapai 40-50 kilogram sekali berlayar. 

"Memang kebutuhan plastik oleh nelayan kluwut cukup tinggi karena ada ratusan lebih kapal yang beroperasi. Nelayan membutuhakan lebih dari lima ton plastik setiap bulannya, jadi potensi sampahnya, ya, lima ton," kata dia.

Kepala Desa Kluwut, Isa Ansori, sedang mempersiapkan peraturan desa tentang sampah, tapi ia masih mengalami kendala penyediaan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA). Ia berharap pemerintah kabupaten mau membantu pengadaan lahannya. “Kami berharap ada TPA resmi untuk membuang sampah rumah tangga dan juga sampah plastik bongkaran kapal,” kata dia.


(UWA)