Petani Indonesia Disebut Membutuhkan Bioteknologi

   •    Jumat, 06 Nov 2015 00:10 WIB
pertanian
Petani Indonesia Disebut Membutuhkan Bioteknologi
Ketua Umum Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir.MTVN/Istimewa

Metrotvnews.com, Boyolali: Kurang dari dua bulan pasar tunggal Asia Tenggara atau acap disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan berlangsung di seluruh negara anggota, termasuk Indonesia. Bisa dipastikan, pertanian menjadi sektor paling terpengaruh MEA. Persoalannya, petani Indonesia terancam menjadi penonton di negeri sendiri jika tidak bisa meningkatkan kualitas, kemampuan, dan daya saing.

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan, petani Indonesia akan berhadapan dengan hasil panen petani luar negeri dengan mutu tidak jauh berbeda, namun harganya bersaing. Bisa dimaklumi karena petani negeri tetangga punya komponen biaya produksi lebih rendah serta teknologi budidaya yang baik.

Meski demikian, menurut Winarno, pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi telah memberikan perhatian serius kepada petani. Keberpihakan pada petani ini ditunjukkan dalam target swasembada pangan yang diikuti dengan berbagai upaya, seperti perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan, dan subsidi benih serta bantuan alat dan mesin pertanian.

Winarno berharap, perhatian pemerintah terhadap petani terus ditingkatkan, terutama dalam hal kebijakan agar mereka bergairah berproduksi demi tercapainya target swasembada pangan. Saat ini petani tak hanya membutuhkan subsidi dan bantuan, namun juga kebijakan penggunaan benih dengan bioteknologi agar hasil panen mampu meningkat tajam.

“Sekarang petani di Indonesia tengah menunggu dan sangat membutuhkan benih dengan bioteknologi yang bisa meningkatkan hasil panen secara signifikan, juga mampu mengurangi biaya produksi karena tahan hama dan penyakit serta tangguh menghadapi perubahan cuaca,” kata Winarno di sela Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2015).

Rembug Paripurna KTNA berlangsung sampai 8 November. Selain membahas persiapan petani Indonesia menghadapi MEA, KTNA juga akan memberikan penghargaan lencana emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Andi dinilai berani melakukan berbagai terobosan dan hasilnya dirasakan petani dalam waktu singkat.

Sebelumnya KTNA pernah memberikan penghargaan setingkat lebih tinggi dari yang diterima Amran kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.


(ICH)