Investasi Sektor Listrik, Investor Terkendala RUPTL PLN

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Nov 2015 11:22 WIB
listrik
Investasi Sektor Listrik, Investor Terkendala RUPTL PLN
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat banyak investor yang berminat bernvestasi di sektor listrik namun terbentur keputusan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero).

Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, ada satu masalah yang terdapat di sektor ketenagalistrikan yakni banyak perusahaan berminat untuk menjalankan megaproyek 35 ribu megawatt (mw) namun terhalang oleh RUPTL PLN.

"Mengkaji RUPTL dan saya dari BKPM mendapat satu masukan banyak investor yang menunggu keputusan RUPTL PLN," kata Sudirman, usai rapat dengan Kepala BKPM Franky Sibarani, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, seperti diberitakan Jumat (5/11/2015).

Seharusnya, akhir tahun ini RUPTL selesai direvisi. Namun, jelas Sudirman, saat ini RUPTL masih tahap merevisi. Sehingga dia akan memanggil direksi PLN untuk menyampaikan hasil revisi RUPTL tersebut.

"Ya akhir tahun ini harus direvisi. Sekarang lagi revisi. Ini kemungkinan minggu depan kita akan panggil PLN untuk menyampaikan rencana revisi RUPTL-nya," ucap dia.

Franky menambahkan, ada beberapa negara yang ingin berinvestasi dalam sektor listrik di antaranya Finlandia, Amerika Serikat, Italia, Australia, dan Taiwan. Negara-negara tersebut berminat untuk membuat pembangkit tenaga listrik menggunakan energi terbarukan.

"Kita sudah banyak menerima minat investasi di bidang listrik ini tapi dikatakan masih terkendala (RUPT)," tambah Franky.

Sebagai informasi, RUPTL PLN merupakan acuan pengembangan sarana kelistrikan PLN dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik seperti pembangkit listrik dan jaringan transmisi.


(AHL)