Jelang Musim Penghujan, Ini Lokasi Rawan Banjir di Jaksel

Ilham wibowo    •    Jumat, 06 Nov 2015 14:12 WIB
banjir jakarta
Jelang Musim Penghujan, Ini Lokasi Rawan Banjir di Jaksel
Ilustrasi--Antara/Vitalis Yogi Trisna

Metrotvnews.com, Jakarta: Jelang musim penghujan titik rawan genangan dan banjir perlu diwaspadai. Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Selatan Dedi Budi Widodo telah memetakan daerah yang berpotensi tergenang banjir.

Ia menyebut bahwa lokasi yang berpotensi banjir di wilayah Jakarta Selatan pada tahun ini adalah wilayah Kebon Baru dan wilayah Rawa Jati. Kedua lokasi itu terdapat Sungai Ciliwung. Di wilayah Kebayoran, daerah yang rawan tergenang yaitu Petogogan dan Pulau Raya. Dua lokasi itu berdekatan dengan Kali Krukut.

Selain itu, wilayah Cipulir dan wilayah Ulujami juga sering tergenang banjir karena luapan aliran Sungai Pesanggrahan.

Menurut Dedi, biasanya dampak dari aliran sungai tersebut akan meluas ke wilayah lain. "Seperti Kali Krukut, dampaknya bisa sampai ke wilayah Kemang," kata Dedi saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Jumat (6/11/2015).

Normalisasi sungai perlu dilakukan untuk mengatasi dampak curah hujan tinggi. Namun, saat ini baru pendalaman sungai yang dilakukan Pemda.

"Sedang berjalan. Kami optimalkan kondisi yang ada. Seperti Kali Krukut seharusnya punya lebar 20 meter tapi kini hanya delapan hingga 10 meter saja. Agar sungai itu maksimal sementara kami perdalam terlebih dahulu sekitar 4 meter," jelasnya.

Dedi mengatakan, pengerukan atau pendalaman sungai ini akan dilakukan hingga akhir tahun. Ia berharap aliran air hujan tidak sampai menggenang terlalu lama.

"Genangan air juga dipengaruhi oleh cuaca yang ekstrem. Kami upayakan segala pengendalian, termasuk dengan mengerahkan pompa air," ucapnya.

Wali Kota Jakarta Selatan dan Sudin Tata Air Jakarta Selatan telah mengecek beberapa pompa air di wilayah Jakarta Selatan.Sementara, Dedi menyatakan, 32 pompa air yang ada di wilayah selatan dalam keadaan siap dipakai.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi juga telah menyiapkan lima unit mobil pompa yang masing-masing terdapat dua pompa sebagai cadangan bila pompa utama tidak bisa maksimal.

"Kami akan siagakan pompa-pompa itu di titik-titik rawan genangan. Bahkan kami akan tambah lima lagi untuk setiap kecamatan tahun depan," ungkapnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, lima lokasi pompa air disiapkan di kawasan Pulo Raya, Pondok Raya, Jalan Bakti, Kemang Selatan, Kebon Baru dan Pangadengan.

Masih banyak sampah dan lumpur yang belum terangkut di aliran kali di dekat pompa tersebut. Pemandangan ini terlihat di Kali Mampang, Kali Krukut, dan Kali Ciliwung. Sementara debit air dalam keadaan surut karena musim kemarau.

"Sampah-sampah dan lumpur ini akan kami keruk. Saya pastikan sebelum musim hujan semua sudah dikeruk. Kecuali yang Sungai Ciliwung karena itu kewenangan Kementerian," jelasnya.


(YDH)