OPCW: Ada Penggunaan Gas Berbahaya dalam Konflik Suriah

Willy Haryono    •    Jumat, 06 Nov 2015 15:02 WIB
isis
OPCW: Ada Penggunaan Gas Berbahaya dalam Konflik Suriah
Asap dari pertempuran pemberontak melawan ISIS di pinggiran kota Marea, Suriah, 1 September 2015. (Foto: AFP/Zakariya al-Kafi)

Metrotvnews.com, Beirut: Gas mustard digunakan dalam pertempuran di Suriah, namun belum diketahui pasti siapa yang bertanggung jawab. Demikian pernyataan grup pengawas senjata kimia global. 

Senjata gas berbahaya itu digunakan di kota Marea di provinsi Aleppo pada 21 Agustus. 

"Kami telah berhasil menentukan sejumlah fakta, tapi kami belum tahu siapa yang bertanggung jawab," kata seorang sumber dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) kepada AFP, Kamis (5/11/2015). 

Tudingan bahwa grup militan menggunakan senjata kimia muncul dalam beberapa bulan terakhir, baik di Irak maupun Suriah. 

Pemberontak Suriah dan beberapa grup relawan mengatakan adanya puluhan orang yang terkena serangan kimia di Marea pada akhir Agustus. Di tempat itu pemberontak dan kelompok militan Islamic State (ISIS) sedang bertempur. 

Organisasi Doctors Without Borders (MSF) di Aleppo mengaku telah merawat empat warga sipil dari serangan gas mustard. Pasien mengaku melihat "gas kuning" saat mortir mengenai rumah mereka. 

Mustard atau moster adalah penyedap makanan berbentuk krim berwarna kuning yang biasanya digunakan dalam hidangan cepat saji, seperti hot dog dan hamburger. 

Istilah gas mustard digunakan karena senjata mematikan itu berwarna kuning menyala saat menyebar ke udara.


(WIL)