Investasi Proyek 35 Ribu MW Terhambat RUPTL PLN

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Nov 2015 15:33 WIB
listrikproyek 35.000 mw
Investasi Proyek 35 Ribu MW Terhambat RUPTL PLN
Ilustrasi PLTU. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) belum rampung, sehingga dapat menghambat investasi 35 ribu megawatt (mw).

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul mengatakan, selama ini RUPTL yang digunakan ke para investor merupakan RUPTL lama yakni RUPTL 2015-2024 sehingga membuat investor ragu berinvestasi.

"Kalau RUPTL lama ya enggak bisa. Investasinya terhambat," kata Alihudin, saat temu dengan media di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Terhambatnya investasi ini, jelas Alihudin, karena ada beberapa titik lokasi pembangunan proyek 35 ribu mw yang bergeser. Pergeseran titik-titik tersebut belum tercantum di RUPTL PLN.

Dia menjelaskan, sebuah RUPTL merupakan janji pemegang usaha yang didokumentasikan dan disahkan pemerintah. Nantinya akan digunakan sebagai acuan investor untuk berinvestasi. Dalam RUPTL saat ini, tertuang beberapa program yang sejalan dengan megaproyek 35 ribu mw, seperti akan dibangunnya 291 pembangkit listrik, 732 transmisi, serta 1.375 gardu induk.

Alihudin menambahkan, dirinya juga sedang mendorong PLN supaya menyelesaikan revisi RUPTL agar bisa diberikan kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman. "Sebelum saya dorong ke pak dirjen, saya akan melakukan public hearing bahas RUPTL PLN karena ada list of project yang dilakukan," pungkas dia.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat banyak investor yang berminat bernvestasi di sektor listrik tapi terbentur keputusan RUPTL PLN sehingga membuat mereka menunggu rampungnya RUPTL.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, seusai rapat dengan Kepala BKPM Franky Sibarani terungkap ada satu masalah yang terdapat disektor ketenagalistrikan yakni banyaknya perusahaan yang berminat untuk menjalankan megaproyek 35 ribu mw namun terhalang dengan RUPTL PLN.

"Mengkaji RUPTL dan saya dari BKPM mendapat satu masukan banyak investor yang menunggu keputusan RUPTL PLN," kata Sudirman.


(AHL)