Pemkot Tangsel Gandeng IMI untuk Menekan Balapan Liar

Arga sumantri    •    Jumat, 06 Nov 2015 15:55 WIB
tangerang selatan
Pemkot Tangsel Gandeng IMI untuk Menekan Balapan Liar
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Aksi balap liar masih marak di sejumlah ruas jalan di Tangerang Selatan (Tangsel). Maraknya balapan membikin Pemerintah Kota Tangsel harus menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) setempat.

Menurut Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, langkah itu diambil buat membina pemuda di Tangsel. Benyamin ingin, anak muda bisa menyalurkan kegiatannya secara legal.

"Kita gandeng IMI untuk mencegah maraknya balapan liar. Beberapa waktu lalu, kami juga sudah melaksanakan balapan drag race untuk penyaluran hobi anak-anak muda di kota Tangsel ini," ujar Benyamin di kawasan BSD, Tangsel, Banten, Jumat (6/11/2015).

Benyamin menyebut, pemkot tengah mempersiapkan kegiatan guna mewadahi aspirasi anak muda di bidang automotif. Selain agar tersalurkan secara positif, kegiatan juga diharapkan meminimalisasi anak muda ikut balap liar dan geng motor.

"Selain adakan balapan resmi lagi, kami akan adakan pameran bengkel, pameran motor serta pameran automotif yang sifatnya menyalurkan hobi anak muda. Jadi harapannya bisa meminimalisir anak-anak muda untuk mencoba hal negatif," ungkap pria akrab disapa Bang Ben ini.

Benyamin juga mengaku sempat mendapat usulan dari warga soal pengadaan sirkuit di Tangsel. Namun, dia mengaku, pemkot belum bisa mewujudkan. "Kami harus membuat perencanaan yang panjang," ungkap Benyamin.

Selain menggandeng IMI, pemkot juga memasang garis kejut di jalan-jalan yang rutin jadi arena balap liar. Supaya, balapan liar bisa ditekan.

Aksi balap liar dan geng motor memang cukup jadi keluhan warga Tangsel. Berdasarkan pantauan, sejumlah ruas jalan di Tangsel yang kerap jadi ajang balap liar yakni di Jalan Raya Ciater, Jalan Raya BSD Boulevard (Depan Mall The Breeze) dan di kawasan Bintaro.

Balapan ini biasanya berlangsung lepas tengah malam. Mereka pun kerap memblokade jalan. Bahkan tak jarang, aksi balap liar juga kerap memakan korban jiwa.


(TII)