Biaya Pilkada Membengkak, Kualitas Pemimpin Daerah Dipertanyakan

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 06 Nov 2015 19:29 WIB
pilkada serentak
Biaya Pilkada Membengkak, Kualitas Pemimpin Daerah Dipertanyakan
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari khawatir akan output pilkada serentak. Selain biaya yang membengkak, tujuan berdemokrasi pun dinilai belum tentu tercapai.

Eva mengaku dicurhati Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo soal pembengkakan dana Rp3 triliun dari penyelenggaraan pilkada sebelumnya. "Diumpamakan yang kemarin naik sepeda motor oke, sekarang sudah minta mobil. Padahal fungsinya sama saja," kata Eva dalam diskusi di Mega Institutem Jalan Proklamasi No 53, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2015).

Padahal, tambah Eva, esensi diselenggarakannya pilkada untuk menghemat biaya. Tak hanya biaya, kualitas pemimpin yang dihasilkan melalui proses pilkada pun diragukan karena partai cenderung berusaha memenuhi kuota calon, tanpa menyeleksi serius.

"Kita tidak bisa menyiapkan pemimpin yang berkualitas. Pokoknya tercapai asal ada orang. Namun kualitas orang dan kualitas prosesnya (terabaikan)," ujar dia.

"Bukan berarti saya apriori terhadap pilkada serentak, akan tetapi ini harus diantisipasi," imbuh dia.


(OJE)