Presiden Intensif Rapat KIH, Gejolak Reshuffle Bisa Dikurangi

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 06 Nov 2015 20:33 WIB
reshuffle kabinet
Presiden Intensif Rapat KIH, Gejolak <i>Reshuffle</i> Bisa Dikurangi
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Gejolak akibat kencangnya kabar reshuffle kabinet jilid II tak bisa dipungkiri muncul. Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai hal semacam itu bisa dikurangi. Gesekan internal pemerintahan pun dinilai bisa dihindari.

Presiden Joko Widodo harus sering bertemu dan membahas isu ini bersama petinggi partai anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH). "Makin intensif rapatnya, (gejolak) dapat dikurangi," kata Eva di sela-sela diskusi di Mega Institute, Jalan Proklamasi 53, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2015).

Pengurangan jatah partai pendukung pemerintah sejak awal kabarnya akan diberikan kepada pendukung pendatang baru. Partai Amanat Nasional (PAN) yang belakangan disebut akan mendapat jatah kursi menteri dinilai wajar sebagai kompensasi atas dukungan terhadap pemerintah.

Meski demikian, Eva mengaku tidak tahu siapa saja yang akan diganti dan berapa orang jumlahnya. Eva menegaskan, dirinya pun tidak perlu bernafsu mencari tahu walau berada tidak jauh di lingkungan kekuasaan.

Saat ditanya apakah dapat dilakukan dengan menjalani opsi pengurangan menteri non-parpol, Eva tak tegas. "Kebijakannya seperti apa, yang jelas dukungan pasti ada kompensasi. Siapa-siapanya saya tidak ngerti," ucap dia.


(OJE)