Gempa Fipilina, Menkokesra Khawatirkan Indonesia Bagian Utara

   •    Selasa, 15 Oct 2013 14:27 WIB
Gempa Fipilina, Menkokesra Khawatirkan Indonesia Bagian Utara
Gempa di Filipina--REUTERS/Stringer

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku mengikuti perkembangan gempa bumi berkekuatan 7,2 Skala Richter yang mengguncang wilayah Filipina, Selasa (15/10) pagi, karena bencana tersebut disusul dengan peringatan dini tsunami. Ia juga mengkhawatirkan Indonesia bagian utara terkait peristiwa tersebut.

"Saya terus mengikuti guna berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengingat pemerintah Indonesia tengah mewaspadai dampak yang mungkin ditimbulkan dari gempa bumi itu," kata Agung Laksono.

Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan laporan yang masuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diketahui peringatan dini tsunami telah dikeluarkan oleh Pacific Disaster Center.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan penjalaran dan waktu tsunami telah dikeluarkan. Beberapa kawasan di Filipina, kataya, terus siaga karena dikhawatirkan terlanda tsunami. "Demikian juga sejumlah wilayah di Indonesia yang lokasinya berdekatan dengan Filipina, ikut siaga karena khawatir dampak gempa tersebut sampai ke Indonesia," katanya.

Dia mengatakan dikhawatirkan daerah Indonesia bagian utara ikut terpengaruh oleh tsunami, di antaranya Manado, Patani, Sorong, Tarakan, dan Jayapura, sekitar tiga hingga empat jam setelah gempa di Filipina.

"Diperkirakan tinggi tsunami tidak terlalu tinggi untuk wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik. Jauhi aktivitas di sekitar laut dan pesisir di daerah tersebut. Informasi akan terus disampaikan sesuai perkembangan yang ada," katanya.      

Gempa bumi
berkekuatan 7,2 SR di kedalaman 10 kilometer (dangkal) terjadi di lima kilometer dari timur Balilihan atau 21  kilometer tenggara Tibigan, Region Central Visayas, Filipina pada Selasa pukul 07.12 WIB.

Sumber lain menyebutkan bahwa kedalaman gempa 56 kilometer dengan pusat gempa di daratan di Pulau Bohol. Gempa dirasakan masyarakat sangat kuat.

Intensitas guncangan gempa dirasakan berskala VII MMI (sangat kuat) terjadi di Kota San Isidro, Danao, Loay, San Pascual, Jandayan, dan San Agustin.

Guncangan gempa berintensitas V-VI MMI (sedang hingga kuat) terjadi di Kota Cebu, Cagayan de Oro, Cotabato, dan Iloilo. Kota-kota tersebut terdapat di Pulau Bohol, Pulau Cebu, Pulau Negros, Pulau Leyte, dan Pulau Mindanau bagian utara.

Diperkirakan kota-kota tersebut adalah kota yang terpapar oleh guncangan gempa terberat. Jumlah penduduk di radius 100 kilometer dari pusat gempa terdapat sekitar 4,59 juta jiwa. (Ant)