Pertamina-Bechtel Corporation Teken Kerja Sama USD800 Juta

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 07 Nov 2015 10:52 WIB
pertamina
Pertamina-Bechtel Corporation Teken Kerja Sama USD800 Juta
Gedung Pertamina. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menindaklanjuti "oleh-oleh" Presiden Joko Widodo sepulang dari Amerika Serikat yakni kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan Bechtel Corporation senilai USD800 juta demi membangun kemampuan insinyur nasional.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi mengatakan, perseroan saat ini sedang melakukan empower dengan nama engineering center. Kemampuan-kemampuan para insinyur ini akan diasah untuk revamping kilang proyek Refinery Development Masterplan (RDMP).

"Bechtel itu kita sedang melakukan empower yang namanya engineering center. Kemampuan insinyur kami akan ditingkatkan. Dalam waktu singkat, nanti kita revamping kilang dalam proyek RDMP," kata Rachmad, di Jakarta, seperti diberitakan Sabtu (7/11/2015).

Menurutnya, kemampuan insinyur lokal tidak kalah dengan Engineering, Procurement, and construction (EPC) kontraktor. Apalagi nanti setelah ada kilang baru, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan kemampuan insinyur yang ada.

"Nanti InsyaAllah yang kilang baru juga jadi. Nah kalau selama ini kan pekerjaan itu dilakukan oleh EPC kontraktor saja kan. Ini kita manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dari insinyur kita. Jadi Bechtel itu untuk mengakselerasi kemampuan-kemampuan insinyur kita," jelas dia.

Rachmad mengingatkan, kerja sama dengan Bechtel ini bukan dalam bentuk pembangunan dan pengembangan kilang tapi pengembangan sumber daya manusia yang ada.

"Bukan biaya kontrak. Itu per batch. Jadi kerja sama per batch. Ya jadi kalau untuk evaluasi ini, pengawasan itu. Itu kalau ditotal potensinya bisa sekitaran segitu (USD800 juta). Bukan kontraknya," pungkas dia.

Sebagai informasi, kerja sama antara Pertamina dan Bechtel Corporation ini akan berlangsung dalam kurun waktu lima tahun untuk pembangunan dan pengembangan kilang dengan nilai transaksi USD800 juta.


(AHL)

Nurdin Halid Ingin Novanto Ditarik dari Jabatan Ketua DPR

Nurdin Halid Ingin Novanto Ditarik dari Jabatan Ketua DPR

7 minutes Ago

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid berharap rapat pleno memutuskan Setya Novanto (SN) dita…

BERITA LAINNYA