Dewan Pers Tolak SE Ujaran Kebencian Kapolri

Renatha Swasty    •    Sabtu, 07 Nov 2015 14:21 WIB
ujaran kebencian
Dewan Pers Tolak SE Ujaran Kebencian Kapolri
Tujuh ujaran kebencian. Foto: MetroTV

Metrotvnews.com, Banten: Penerbitan Surat Edaran Kapolri terkait Ujaran Kebencian ditolak Dewan Pers. Dewan Pers meminta Kapolri mencabut surat edaran itu. "Di momen ini kurang tepat," ujar Anggota Dewan Pers, Jimi Silalahi, dalam acara 'Sarasehan Kejaksaan Agung dan Forwaka' di Anyer, Banten, Sabtu (7/11/2015).

Jimi menyebut surat edaran yang dikeluarkan sumir. Seharusnya, kata dia, Kapolri lebih memikirkan dan menganalisis dampak yang muncul dari ujaran kebencian tersebut, bukan sekadar kata-katanya.

Ia mencontohkan, di Papua ada warga yang mengatakan "apabila ia memiliki satu peluru, peluru itu bakal ia tembakkan ke Presiden." Usai ucapan itu, si warga lalu ditangkap.

"Padahal saat ditanya habis kamu ngomong itu, kamu ngapain, dia menjawab 'saya pulang tidur'. Ditanya kenapa ngomong itu, dia bilang hanya asal ngomong. Jadi, silakan diberikan sanksi atas kata-katanya saja. Kalau hanya kata-kata ada aturan hukumnya, untuk orang yang sembrono," kata dia.

Dewan Pers berharap Kapolri mau menganalisis kembali surat edaran itu dan mencabutnya. "Kami hargai. Hanya kami mengimbau tidak harus sekarang dilakukan," kata Jimi.


(UWA)

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

7 hours Ago

Keluarga telah diizinkan untuk membesuk Setya Novanto di Rutan KPK. Istri didampingi dua kolega…

BERITA LAINNYA