Pendidikan Anak dengan HIV Terdiskriminasi

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 07 Nov 2015 17:29 WIB
aids
Pendidikan Anak dengan HIV Terdiskriminasi
Adha di rumah singgah Lentera, Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Anak dengan HIV/AIDS (Adha) seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Namun nyatanya masih ada diskriminasi dalam hal pendidikan bagi Adha.

Hal tersebut diungkapkan Yunus Prasetya, salah seorang pendiri rumah singgah dan pendampingan Adha Lentera. "Bahkan ada anak yang harus keluar dari sekolah lantaran mengidap HIV,” ungkapnya saat ditemui di Jalan Songgorunggi, Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo, Sabtu (07/11/2015).

Di Lentera, ada sekitar 17 Adha dengan rentang usia 2 hingga 13 tahun. Mereka merupakan anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal akibat HIV/AIDS. Selain itu, Yunus mengungkapkan, terdapat 55 Adha yang juga menjalani pendampingan di luar rumah singgah.

Yunus mengungkapkan, banyak masyarakat yang belum memahami HIV dan AIDS. Terutama soal penularan. Akibatnya, masyarakat cenderung menjauhi pengidap HIV dan AIDS. Padahal, penularan HIV dan AIDS hanya bisa melalui jarum suntik, hubungan seksual dan air susu ibu. 

"Kalau ingus, keringat, tidak bisa menularkan. Nyatanya saya mengurusi anak-anak bertahun-tahun juga tidak apa-apa,” tuturnya.

Karena itu, semestinya tidak ada lagi diskriminasi pada Adha. Pemerintah harus berikan perhatian lebih pada Adha, terutama soal pendidikan. 

“Kalau rumah Lentera, cara satu-satunya memang harus home schooling untuk memenuhi hak mereka mendapatkan pendidikan layak. Tapi itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” pungkas dia.


(SAN)

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

38 minutes Ago

Politikus Partai Golkar Ade Komaruddin siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusu…

BERITA LAINNYA