JK Yakin Kemenlu Tak Melobi Kunjungan ke AS

Meilikhah    •    Sabtu, 07 Nov 2015 18:16 WIB
kemenlu
JK Yakin Kemenlu Tak Melobi Kunjungan ke AS
Wapres Jusuf Kalla----MI/Atet Dwi

Metrotvnews.com, Balikpapan: Kementerian Luar Negeri disebut melakukan lobi dengan menggunakan jasa konsultan buat memfasilitasi pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Namun, tudingan tersebut dinilai tak berdasar seperti yang diberitakan New Mandala pada 6 November 2015.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pemerintah Indonesia tidak membayar konsultan. Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat adalah kunjungan resmi atas undangan Presiden Obama.

"(Kunjungan) Pemerintah Indonesia ya secara resmi," kata JK di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (11/7/2015).

Politikus senior Partai golkar itu berpendapat, lobi-lobi adalah hal biasa. Termasuk dalam kunjungan kerja presiden ke Amerika. Lobi yang bisa dilakukan secara tidak resmi biasanya hanya dengan DPR.

Menurut JK, proposal antarperusahaan di Amerika saja dibuat dengan aturan lobi formal, apalagi di Indonesia yang hanya sebagai partner hubungan bilateral.

"Proposal Amerika antarperusahaan mereka sendiri pakai formal lobi," kata JK.

Sebuah artikel berjudul "Waiting in the White House Lobby" atau dalam bahasa Indonesia "Menunggu di Lobi Gedung Putih" ditulis Michael Buehler di laman New Mandala. Artikel itu menuding adanya keterlibatan konsultan asing yang mengatur kunjungan Presiden Jokowi ke Negeri Paman Sam.

Kementerian Luar Negeri disebut mengeluarkan duit USD80 ribu kepada perusahaan humas yang berlokasi di Las Vegas. Perusahaan humas tersebut kemudian melakukan lobi atas kepentingan Pemerintah Indonesia.

Menurut Buehler, konsultan Singapura bernama Pereira International PTE LTD, mengontrak perusahaan di Las Vegas, R&R Partners, Inc. Pereira diketahui membayar uang kepada R&R antara 15 Juni dan 1 September 2015. Dengan pembayaran itu, R&R sepakat untuk dijadikan konsultan eksekutif bagi Pemerintah Indonesia.

Namun, tudingan itu diklarifikasi Kemenlu. Menlu Retno L.P. Marsudi menyebut, kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat atas undangan Presiden Obama yang disampaikan langsung pada saat pertemuan bilateral di sela-sela KTT APEC 2014 di Beijing pada 10 November 2014.

"Undangan ini kemudian ditindaklanjuti dengan undangan tertulis yang disampaikan melalui saluran diplomatik," kata Retno.
 


(TII)

Novanto Sudah Bisa Dikunjungi

Novanto Sudah Bisa Dikunjungi

20 minutes Ago

Lembaga antirasywah telah mengizinkan tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik itu mene…

BERITA LAINNYA