Inovasi Pelayanan BPN Genjot Pendapatan Hingga Rp3 Triliun

Wandi Yusuf    •    Minggu, 08 Nov 2015 09:16 WIB
Inovasi Pelayanan BPN Genjot Pendapatan Hingga Rp3 Triliun
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, saat melepas peserta fun bike di sela kegiatan Hantaru se-Indonesia, di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2015). Foto: Kementerian ATR/BPN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendapatan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Negara (BPN) pada 2015 ini mencapai Rp3 triliun. Pendapatan itu dicapai setelah BPN melakukan revolusi pelayanan hampir di seluruh daerah.

"Per 31 Oktober lebih dari Rp3 triliun tambahan dari kemudahan pelayanan. Arus permohonan tinggi dan bisa berlipat di seluruh Indonesia. Kuncinya pelayanan," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, di sela-sela menutup kegiatan puncak peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) Nasional 2015, di pelataran pintu I Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2015).

Meningkatnya pendapatan itu sebagian besar berasal dari permohonan yang tinggi untuk pembuatan sertifikat dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Permohonan yang tinggi itu ditopang oleh pelayanan yang agresif di setiap daerah. Di era kepemimpinan Ferry, layanan pertahanan tak berhenti hanya di kantor BPN atau pada saat jam kerja.

"Setiap daerah memiliki inovasi pelayanan yang khas, sehingga masyarakat dengan mudah mau mengurus hak-hak atas tanah mereka," kata Ferry.

Sejumlah inovasi pelayanan yang menonjol antara lain layanan antar-jemput sertifikat yang digagas BPN Kota Surabaya, layanan Sabtu-Minggu di sejumlah daerah, layanan pertanahan pada car free day dan car free night, layanan pertanahan di mal, layanan ketuk pintu yang dilakukan BPN di sejumlah kepulauan, layanan online, hingga layanan sertifikat gratis untuk warga miskin pemilik kartu keluarga sejahtera.

"Dengan berbagai inovasi pelayanan ini, kami optimistis tahun depan permohonan atas pertahanan akan semakin banyak," kata dia. 

Ferry berharap setiap kepala kantor BPN tak berhenti berinovasi dalam hal pelayanan. Tak hanya itu, ia juga berharap jajarannya tak sekadar melayani, tapi juga memberi konsultasi agar muncul kebutuhan atas kepemilikan tanah.

Puncak peringatan Hantaru Nasional juga disandingkan dengan Pameran Pertanahan dari kantor pertanahan seluruh Indonesia yang dilakukan selama tiga hari sejak Jumat, 6 November hingga Minggu, 8 November, di pintu 1 Stadion Utama Gelora  Bung Karno (GBK) Jakarta. 

Masyarakat yang berkunjung bisa sekaligus mengurus surat-surat yang berkaitan dengan kepemilikan tanah. Pameran ditutup dengan kegiatan fun bike yang diikuti sekitar 800 peserta dari pegawai BPN di seluruh Indonesia.

(UWA)