November, Defisit APBNP 2015 Capai Rp298,9 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 08 Nov 2015 09:17 WIB
apbnp2015
November, Defisit APBNP 2015 Capai Rp298,9 Triliun
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Bogor: Pemerintah mencatat defisit anggaran hingga 5 November 2015 sudah mencapai 2,55 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp298,9 triliun. Defisit itu terjadi karena penerimaan negara hingga dua hari lalu baru mencapai 63 persen atau Rp1.109,8 triliun dari target pendapatan dalam APBNP 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan masih lemahnya penerimaan tersebut dikarenakan turunnya harga minyak dunia sehingga menyebabkan penerimaan migas ikut terkoreksi.

"Penerimaan sudah 63 persen dua hari lalu," ungkap Bambang, ditemui dalam acara pelatihan wartawan keuangan, di Hotel Harris Sentul, Bogor, Sabtu 7 November. Sementara realisasi belanja negara hingga 5 November 2015 telah mencapai 71 persen atau Rp1.408,7 triliun dari target Rp1.984,1 triliun.

Dirinya menambahkan, dari realisasi belanja tersebut, belanja pegawai dan belanja bantuan sosial (bansos) merupakan yang paling tinggi realisasinya. Belanja pegawai hampir 80 persen sedangkan belanja bansos sekitar 75 persen.

"Sementara belanja modal memang baru mencapai 39 persen," ungkap Bambang, seraya menambahkan bahwa hingga akhir tahun pihaknya berusaha sekuat mungkin agar defisit bisa dijaga tidak melebihi 2,5 persen dari PDB.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pergerakan defisit sangat dinamis setiap bulannya. "Bulan ini bisa defisit, namun bulan berikutnya bukan berarti defisit makin dalam," pungkas Askolani.


(ABD)