Investasi Bodong Buat Investor Enggan Masuk Pasar Modal

Arif Wicaksono    •    Minggu, 08 Nov 2015 14:52 WIB
pasar modal
Investasi Bodong Buat Investor Enggan Masuk Pasar Modal
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Bali: Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai banyaknya investasi bodong membuat para investor di Bali enggan masuk pasar modal. Investor merasa enggan atau anti dengan pasar modal karena trauma dengan penipuan tersebut.

"Di sini banyak penipuan, banyak yang mengaku dari Bursa Efek dan menawarkan saham. Padahal bursa kan tak menjual saham," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Denpasar I Gusti Agung Alit Nityaryana, kepada Metrotvnews.com, di Bali, Minggu (8/11/2015).

Tak hanya itu saja, dia mengatakan, banyak juga investasi saham emas yang menjebak investor. Padahal emas hanya ada dalam transaksi bursa berjangka yang berbentuk dalam pola kontrak.  "Macam-macam, ada penawaran saham emas juga dan ini cukup mengkhawatirkan," kata dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengaku, pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui media massa. Kerja sama ini penting untuk memberikan pemahaman mengenai keberadaan Bursa Efek Indonesia serta instrumen yang diawasi didalamnya.

"Kami terus berikan edukasi di koran lokal, langkah ini penting untuk membangun kepercayaan dan pengetahuan," jelas dia.

Data investor di Bali menunjukan kenaikan sebanyak 47 persen selama dua tahun terakhir dari kurun waktu 2013 hingga September 2015. Pada 2013 jumlah investor di Bali mencapai 4.939 sedangkan pada 2014 mencapai 6.272 dan pada September 2015 mencapai 7.290 investor.

Meskipun naik cukup pesat, jumlah itu masih kecil ketimbang dengan investor di seluruh Indonesia yang mencapai 420.000 investor pada September 2015. 


(ABD)