Sepekan, IHSG Menguat 2,5%

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 08 Nov 2015 19:45 WIB
ihsg
Sepekan, IHSG Menguat 2,5%
BEI (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini kembali bergerak positif. Meski di akhir pekan IHSG ditutup turun 0,23 persen ke level 4.566 dibandingkan penutupan di hari sebelumnya, namun secara mingguan pergerakan IHSG di periode 2 November 2015 hingga 6 November 2015 mengalami penguatan 2,5 persen dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.455.

Berdasarkan keterangan tertulis BEI yang diterima di Jakarta, Minggu (8/11/2015), rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 50,72 persen menjadi Rp4,75 triliun dari Rp9,65 triliun pada sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 21,91 persen dan rata-rata frekuensi harian berkurang 9,09 persen.

Investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp168 miliar, dan secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat net sell Rp18,01 triliun.

Satu obligasi dicatatkan di BEI pada pekan ini. Obligasi Berkelanjutan I Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 telah dicatatkan di BEI pada Jumat 6 November 2015.

Obligasi itu terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan nilai nominal Rp170 miliar dan tingkat bunga 8,75 persen per tahun, dan Seri B dengan tingkat nominal Rp1,49 triliun dan tingkat bunga 9,50 persen. Obligasi yang diterbitkan oleh PT Toyota Astra Financial Services ini memiliki total nilai nominal Rp1,66 triliun.

Sampai dengan saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di sepanjang 2015 adalah 43 emisi dari 34 emiten dengan nilai Rp56,25 triliun. Total emisi obligasi yang tercatat di BEI berjumlah 277 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp251,90 triliun dan USD100 juta, diterbitkan oleh 104 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 91 seri dengan nilai nominal Rp1.396,76 triliun dan USD1.040 juta, dan lima EBA senilai Rp2,31 triliun.


(ABD)