RI Suarakan Kerja Sama Konektivitas Asia-Eropa

Fajar Nugraha    •    Senin, 09 Nov 2015 10:26 WIB
asia europe meeting
RI Suarakan Kerja Sama Konektivitas Asia-Eropa
Menlu RI Retno Marsudi. (Foto: Antara/Rudi Hartanto)

Metrotvnews.com, Luksemburg: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerukan masa depan kemitraan strategis Asia dan Eropa akan ditentukan kemajuan pembangunan konektivitas dan kerja sama ekonomi kedua kawasan.

Disuarakan pula pentingnya pengembangan transportasi Asia dan Eropa, antara lain perhubungan udara melalui code sharing, maritim melalui pembangunan pelabuhan dan industri perkapalan, dan transportasi darat yang mencakup pembangunan jalan dan jembatan.
 
Dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (9/11/2015), turut ditekankan pula mengenai konektivitas antara penduduk Asia dan Eropa. Hal ini dapat dicapai dengan kerja sama peningkatan pelajar, think-tank, penelitian, kebudayaan dan lain-lain.
                                                                                                                                
Pernyataan disampaikan Menlu Retno selaku pembicara utama dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri (PTM) ke-12 dalam forum Asia Euroope Meeting (ASEM) yang diadakan di Luksemburg, pada 5-6 November 2015.
 
Dalam sesi retreat, Menlu RI secara khusus diminta menyampaikan upaya pemberantasan terorisme.  Menlu menekankan pentingnya pendekatan komprehensif antara penegakan hukum, penghormatan hak asasi manusia, dan pentingnya pelibatan para pemangku kepentingan. Pemberdayaan Perempuan juga dinilai penting, mengingat peran perempuan dan ibu dalam menanamkan nilai toleransi kepada anak.
 
Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan peran Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, dalam mempromosikan nilai-nilai moderat, pluralisme dan toleransi. Pentingnya kerja sama diantara negara-negara ASEM untuk pemberantasan ekstremisme dan terorisme turut ditekankan Menlu RI.    
 
Selain isu konektivitas dan pemberantasan ekstremisme, isu lain yang dibahas dalam pertemuan ASEM adalah perubahan iklim, kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan, manajemen resiko dan mitigasi bencana, terorisme dan radikalisme, migrasi dan penyelundupan manusia, perdamaian dan stabilitas kawasan, ketahanan energi dan penyiapan generasi muda Asia-Eropa.
 
PTM ASEM dihadiri para Menlu dan pejabat tinggi dari 53 Mitra ASEM. Menlu Uni Eropa, Federica Mogherini bertindak sebagai ketua pertemuan, sedangkan Menlu Luksemburg menjadi tuan rumah. 
 
ASEM merupakan forum informal Asia dan Eropa yang dibentuk tahun 1996, yang mempromosikan kerja sama politik, ekonomi dan sosial budaya. Gabungan Asia dan Eropa mencerminkan kekuatan dunia yang berpengaruh. Jumlah penduduk dan GDP dua benua ini mencapai 60 persen dan 63 persen di level dunia.
 
Di tengah padatnya jadwal persidangan ASEM, Menlu RI berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan 12 negara, antara lain Inggris, Jerman, Belgia, Hungaria, Irlandia, Yunani, Luksemburg, Belanda dan Uni Eropa.
 
PTM ASEM ini juga ditujukan untuk membahas penyiapan substansi pertemuan Kepala Negara dan pemerintahan ASEM ke-11, yang akan diadakan tahun 2016 di Mongolia, yang juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun berdirinya ASEM.
(WIL)