DKI Ingin Tuntaskan Sendiri Masalah Sampah

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 09 Nov 2015 11:31 WIB
sampah jakarta
DKI Ingin Tuntaskan Sendiri Masalah Sampah
Tumpukan sampah memenuhi jalan di kawasan Kota Bambu, Tanah Abang, Jakarta, Jumat 6 November 2015. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin mengelola sampah secara mandiri. Tempat pengelolaan sampah diwacanakan dibangun di setiap pasar di Ibu Kota.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, cara ini bisa menghemat anggaran. Ahok meminta PD Pasar Jaya mencari lahan untuk tempat pengelolaan sampah.

"Ini solusi jangka panjang kami," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Seperti diketahui, Ahok sempat berpolemik dengan anggota DPRD Kota Bekasi gara-gara sampah. DPRD Kota Bekasi mengkritisi truk sampah Jakarta yang beroperasi pada siang hari.


Foto: MI/Ramdani

Padahal, sesuai kontrak truk sampah dari Jakarta hanya boleh ke Bantar Gebang pada malam hari. Masalah lain, air dari dari truk sampah dinilai mengotori jalan di Kota Bekasi.

Polemik melebar hingga ke soal uang. Ahok mengklaim Pemerintah DKI membayar PT Godang Tua Jaya Rp400 miliar per tahun untuk mengelola sampah di Bantar Gebang.


Foto: MI/Ramdani

Ahok menilai, angka tersebut sangat besar. Ia menduga ada permainan antara PT Godang Tua Jaya dengan wakil rakyat Kota Bekasi sehingga saat Pemerintah DKI mengancam memutus kontrak dengan PT Godang Tua Jaya ada yang terusik.

Pemerintah Kabupaten Bogor sempat menawarkan lahan pengelolaan sampah kepada Pemerintah DKI Jakarta. Menurut Ahok, tawaran itu bisa untuk tambahan lahan di Bantar Gebang. "Tapi bukan solusi jangka panjang," ujarnya.


(TRK)