Komentar Fahri Soal Makelar Pertemuan Jokowi Dengan Obama

Githa Farahdina    •    Senin, 09 Nov 2015 12:10 WIB
kemenlu
Komentar Fahri Soal Makelar Pertemuan Jokowi Dengan Obama
Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dengan Presiden Obama di White House. (26/10/2015),--Foto: MI/Laily Rachev

Metrotvnews.com, Jakarta: Dugaan adanya jasa konsultan terkait kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat beberapa hari lalu masih ramai diperbincangkan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Presiden Jokowi tidak membutuhkan fasilitas lobi untuk bertemu Presiden Barack Obama.

"Saya merasa, pertama, Obama merasa orang Indonesia, pasti Obama tidak merasa perlu itu (ada tim lobi)," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Kedua, kata Fahri, AS sedang membutuhkan Indonesia. Pemerintahan Jokowi dinilai sangat dekat dengan Tiongkok. Inilah yang membuat Amerika sangat berkepentingan dengan Indonesia.

"Jadi dari dua persepektif itu, saya tidak merasa Pak Jokowi memerlukan lobi," tegas politikus PKS ini.

Bila memang harus ada lobi, tambah Fahri, sebenarnya bukan sebuah persoalan. Karena hal semacam itu biasa terjadi di negeri Paman Sam. Bahkan, lobi sama sekali bukan aktivitas ilegal.

"Ini yang perlu dipahami publik," tambah Fahri.

Dia menjelaskan, di Amerika Serikat melobi bukanlah tindakan pidana. Justru lobi menjadi bagian dalam sistem dukungan pengambilan keputusan.

"Ini jauh berbeda dengan Indonesia yang ketika hanya bertemu anggota DPR bisa dipenjarakan," tegas dia.

Ia menambahkan, "Jadi tidak ada yang salah di AS karena lobi adalah bagian dari peraturan dan UU mereka. Nah, kita tidak ada peraturan lobi   makanya kita kaget," kata Fahri.

Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia, Rento Marsudi membantah, kunjungan Presiden Republik Joko Widodo ke Amerika Serikat (AS) menggunakan bantuan konsultan Singapura. Menlu menyebutkan timnya yang sudah mengatur perencanaan.

Dalam konferensi persnya, Retno menyesalkan adanya pemberitaan yang berjudul "Menunggu di Lobi Gedung Putih'. Menurutnya, isu yang diangkat sangat tidak akurat, tidak berdasar, dan sebagiannya mendekati ke arah fiktif.

"Dengan adanya berita seolah Presiden Jokowi ke Amerika Serikat dipersiapkan, diatur oleh lobi, Saya ingin menegaskan bahwa persiapan Presiden Jokowi ke Amerika dilakukan secara formal atau official," kata Retno di sebuah restoran kawasan Mampang, Jakarta, Sabtu 7 November 2015.


(MBM)