Ada 'Permainan' di Kasus Penembokan Rumah Denny Akung?

Wanda Indana    •    Senin, 09 Nov 2015 15:03 WIB
rumah
Ada 'Permainan' di Kasus Penembokan Rumah Denny Akung?
Rumah Denny yang ditembok warga. (Foto:MTVN/Wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus penembokan rumah Denny Akung di Kompleks Perumahan Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, diduga bentuk 'permainan'. Dengan membongkar tembok pembatas kompleks, otomatis rumah Denny masuk ke bagian kompleks yang akan mendongkrak harga jual.

"Ada permainan. Kalau rumah dia (Denny) masuk ke sini (Kompleks Bukit Mas) harganya jadi tinggi. Habis itu dia jual," tuding Koordinator Warga Peduli Perumahan Bukit Mas (WPPBM), Rena Mulyana, 60, di depan rumah Denny, Perumahan Bukit Mas, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015).

Rena menunjukkan sertifikat tanah atas nama Marwoto Tedjo Sulaksono, pemilik rumah pertama yang saat ini ditempati Denny. Di sertifikat itu rumah milik Denny menghadap Jalan Mawar III, bagian belakang rumah saat ini. Entah bagaimana ceritanya, letak bangunan kemudian dicoret dan diganti menghadap Jalan Cakranegara Blok E No 7, jalan kompleks.

"Saya tidak tahu siapa yang mengganti. Bukan urusan warga, lagi pula, mau rumah dia menghadap ke depan atau ke belakang, yang jelas, pagar yang kami bangun sesuai batas kompleks," kata Rena.

Senada Rena, Lina, salah seorang warga, juga heran mengapa Denny membeli rumah yang bediri di atas tanah bermasalah. "Kalau tahu bermasalah, kenapa dia beli? Waktu mediasi di kelurahan‎ dia mau kasih duit Rp200 juta ke warga sebagai uang kompensasi. Kalau benar, kenapa mau kasih duit ke warga? Emang kita apaan?," ujar Lina.

Ketua RT 01 Perumahan Bukit Mas, Sulitiyono, mengatakan sertifikat dan IMB milik Denny dikeluarkan Pemkot Jaksel. "Kalau saya hanya mengecek. Kalau sesuai sertifikat ya silakan, yang penting saya sesuai yang ada di sertifikat dan IMB saja," kata Sulistiyo, Minggu 8 November.

Denny membantah sengaja membongkar pagar agar harga tanah naik. Denny bahkan mengaku tidak pernah merasa menjebol pagar pembatas kompleks.
"Itu sudah jelas legal standingnya, itu punya pemda. Kalau soal ngambil keuntungan, ‎saya tak pernah berniat menjual rumah. Niatnya mau dipakai saja," aku Denny.

Sekelompok warga yang mengatasnamakan warga Bukit Mas menembok milik Denny. Rumah Rp2,6 miliar itu ditutup tembok dengan batako setinggi 2 meter dan lebar 5 meter pada Minggu, 1 November.

warga membantah menembok rumah Denny Akung sebagai tindakan main hakim sendiri. Warga mengklaim apa yang mereka lakukan disaksikan oleh unsur pemerintahan, bahkan kepolisian.

Hal itu dibenarkan Lurah Bintaro Sri Emi Fariza. Sri menyebut pihak kepolisian mengetahui penembokan rumah Denny Akung oleh warga.
 
"Iya dari kepolisian ada dan tahu akan dilakukan penembokan. Namun, kepolisian di sini fungsinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Sri.
 
Penembokan rumah oleh warga di depan rumah Denny bukan yang pertama kali. Mereka juga pernah membangun tembok di lokasi yang sama saat Idul Adha lalu. Saat rumah itu masih ditempati pemilik lama, Heru.


(YDH)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA