Soal Komunikasi ke Jaksa Agung, Rio Capella: Jangan Menuduh

Renatha Swasty    •    Senin, 09 Nov 2015 15:05 WIB
gratifikasi bansos sumut
Soal Komunikasi ke Jaksa Agung, Rio Capella: Jangan Menuduh
Patrice Rio Capella seusai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/11/2015). Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas anggota Komisi III DPR Patrice Rio Capella meminta semua pihak tak menduga-duga keterkaitan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dalam kasus suap yang menyeretnya. Rio tak menjawab pertanyaan wartawan soal keterlibatan Prasetyo. Termasuk pertanyaan komunikasi antara dirinya dan Prasetyo.

Rio menyebut, seluruh masalah akan terungkap di persidangan. "Yang komunikasi siapa? Siapa? Yang komunikasi siapa?" Rio bertanya balik ke pewarta usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Rio tak membenarkan tapi juga tak membantah pertanyaan awak media ihwal pembicaraan dirinya dan Prasetyo. Dalam dakwaan, Rio disebut bertemu dengan Evy Susanti, istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Selain dengan Evy, Rio juga bertemu dengan rekannya semasa kuliah Fransisca Insani Rahesti. 

Dalam pertemuan tersebut, seusai dakwaan, Rio bakal menghubungi Jaksa Agung perihal dugaan kasus korupsi yang menyeret Gatot. Kasus tersebut ditangani Kejaksaan Agung. 

"Senin nanti lihat sendiri. Jadi jangan teman-teman ngomong langsung menuduh. Besok Senin itu ada saksinya," kata Rio dengan nada tinggi.

Rio didakwa menerima Rp200 juta dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti. Duit sebesar itu diberikan setelah Rio berjanji mengislahkan Gatot dan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi yang sedang tak akur. 

Kepada Evy dan Sisca, bekas politikus PAN itu juga menyampaikan bakal menghubungi Jaksa Agung sepulang dari umroh. Rio berjanji melobi Jaksa Agung untuk menghentikan kasus yang menyeret Gatot. 

“Terdakwa mengetahui bahwa penerimaan uang Rp200 juta adalah untuk mempermudah pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi ana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawaan (DBD), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada pemerintahan Provinsi Sumut yang ditangani oleh Kejaksaan Agung melalui pendekatan partai berupa islah,” ujar Jaksa Yudi Kristiana saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Rio diacam pidana dalam Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dibantah Jaksa Agung

Prasetyo kerap membantah jika ditanya soal keterlibatannya dalam kasus Rio. Terakhir, saat ditanya soal Rio, Prasetyo enggan menjawab. Dia mempersilakan siapapun bertanya langsung pada KPK.

"Saya sudah bicara benar pun tidak ada yang percaya. Silakan tanya KPK," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat 30 Oktober.

Prasetyo menegaskan tidak terlibat dalam perkara tersebut. Dengan nada meninggi, Prasetyo minta hal itu tak ditanyakan ke dirinya. "Anda tanya KPK sana, bukan sama saya. Silakan bertanya langsung, silakan pada KPK apa dan bagaimana," tegas dia.


(KRI)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

9 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA