Indonesia Sambut Baik Semangat Demokrasi di Myanmar

Fajar Nugraha    •    Senin, 09 Nov 2015 17:22 WIB
indonesia-myanmar
Indonesia Sambut Baik Semangat Demokrasi di Myanmar
Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir. (Foto: MTVN/Fajar Nugraha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia menyambut baik pemilihan umum di Myanmar, yang digelar untuk kali pertama sejak 25 tahun terakhir pada Minggu.

Ini adalah kesempatan terbaik bagi Myanmar untuk bergerak menuju negara demokrasi, setelah berdekade-dekade berada di bawah hukum militer. 

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) milik tokoh oposisi Aung San Suu Kyi diperkirakan menyapu suara mayoritas. Sekitar 30 juta warga Myanmar memiliki hak pilih dalam pemilu kali ini. 

"Kita menyambut baik telah dilaksanakannya proses demokrasi. Dari laporan yang kita terima, dari partisipasi cukup besar, cukup tinggi. Ini menunjukkan semangat reformasi yang baik, tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat Myanmar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Jakarta, Senin (9/11/2015). 

Indonesia berharap hasil pemilu di Myanmar dapat diterima semua pihak dan menjadi dasar untuk memproses reformasi dan rekonsiliasi. 

Suu Kyi sudah memperingatkan pendukung NLD untuk tidak berlebihan saat hasil akhir pemilu diumumkan. 

Petugas komisi pemilu Myanmar menghitung suara dari seantero negeri, di mana NLD diperkirakan meraih suara mayoritas dan mendominasi kursi di parlemen. 

"Era Baru. Jutaan berpartisipasi dalam pemilu bersejarah," menjadi headline New Light of Myanmar, surat kabar milik pemerintah. 

Pemilu pada Minggu disebut-sebut sebagai pemilu paling bebas dalam sejarah Myanmar, yang selama ini dikuasai pemerintahan militer. Sebanyak 30 juta pemilih, termasuk Suu Kyi, berpartisipasi dalam pemilu di Myanmar. 

Walau ada 91 partai, pertarungan utama di pemilu hanya berlangsung antara NLD dengan Partai Pengembangan Solidaritas Serikat, yang berisi tokoh-tokoh junta militer. (Nabila Gita)


(WIL)

KPK Belum Dapat Restu Polri Buat Periksa Ajudan Novanto

KPK Belum Dapat Restu Polri Buat Periksa Ajudan Novanto

2 minutes Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus berkoordinasi dengan pihak Polri untuk memeriksa…

BERITA LAINNYA