Hindari Tengkulak, Petani Jamur Merang Dianjurkan Bikin Komunitas

Lukman Diah Sari    •    Senin, 09 Nov 2015 17:51 WIB
tangerang selatan
Hindari Tengkulak, Petani Jamur Merang Dianjurkan Bikin Komunitas
Kepala Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Tangerang Selatan, Dadang Raharja. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Keberadaan tengkulak mengkhawatirkan petani jamur merang di Kota Tangerang Selatan. Untuk mengatasi masalah ini, bisa dengan membentuk komunitas.

Harga yang ditawarkan tengkulak saat membeli hasil panen cenderung tidak menguntungkan petani. Kepala Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Tangerang Selatan, Dadang Raharja mengatakan komunitas bisa melindungi petani dari permainan tengkulak.

Dadang menganjurkan petani langsung menjual hasil panen ke pasar. "Kalau langsung jual ke pasar, lebih mahal harganya," kata Dadang di Balai Penyuluhan Pertanian Jombang, Tangerang Selatan, Senin (9/11/2015).

Pemerintah mendukung budidaya jamur merang dengan membangun enam unit kumbung. Untuk bisa menjadi petani jamur merang cukup membentuk kelompok terdiri dari 10 orang dan menyerahkan proposal ke pemerintah.

Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Tangerang Selatan akan membantu membuatkan kumbung. Saat ini, di Tangerang Selatan sudah ada sebanyak 25 kelompok petani jamur merang.

Pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada calon petani dan mengajak mereka ke lokasi kumbung yang berhasil.

Dadang membocorkan, per bulan petani bisa memanen hampir tiga kuintal jamur. "Kalau dijual sekira Rp30 ribu per kilo," ujar Dadang.

Supriadi, 48, salah seorang petani, mengaku menghasilkan dua kuintal jamur merang per bulan. Ia punya satu kumbung bantuan dari pemerintah. Pria asal Pamulang itu menjual hasil sendiri ke Pasar Ciputat.


(TRK)