Polisi Kirim Surat ke Operator Minta Perketat Pendaftaran Nomor Baru Ponsel

Deny Irwanto    •    Senin, 09 Nov 2015 17:57 WIB
penipuan
Polisi Kirim Surat ke Operator Minta Perketat Pendaftaran Nomor Baru Ponsel
Kombes Krishna Murti. Foto: Yogi Bayu Aji/MTVN

Metrotvnews,com, Jakarta: Salah satu penyebab maraknya pesan singkat (SMS) penipuan dengan modus 'mama minta pulsa' adalah longgarnya aturan pembelian nomor ponsel baru. Polisi meminta operator untuk mengetatkan aturan bagi pemohon pemilikan nomor baru ponsel. 

"Kita akan buat surat ke provider untuk minta diketatkan masalah pembukaan aplikasi nomor identitas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti kepada wartawan, Senin (9/11/2015)

Krishna menjelaskan, sindikat penipu kerap menggunakan nomor baru untuk menjalankan aksinya. Mereka menjalankan modus dengan program khusus. Sindikat itu mengganti tiga nomor belakang nomor-nomor yang sudah terdata di sistem. 

"Jadi mereka desain sendiri nomor-nomor yang mau disikat, tinggal diganti tiga nomor belakangnya secara acak menggunakan program. Tidak ada indikasi keterlibatan provider," papar Krishna. 

Dia pun menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mengabaikan jika ada pesan singkat yang bermodus hadiah atau undian.

"Warga masyarakat yang sangat penting karena yang paling rentan warga masyarakat kalau dapat SMS apapun tidak dikenal abaikan saja, pasti 100 persen bohong," ungkap Krishna.

Sebelumnya anggota Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap bos penipu SMS 'Mama Minta Pulsa', Effendi alias Lekeng (36).

Dari hasil tipu-tipu tersebut, Effendi dan sindikatnya bisa meraup untung hingga Rp7 juta per hari. Dari hasil kejahatan itu, Effendi memiliki sebuah rumah relatif mewah, beberapa mobil dan sepeda motor di kampung halamannya.


(KRI)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

37 minutes Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA