Hasil Audit Petral, Ada Anomali Pengadaan BBM

Annisa ayu artanti    •    Senin, 09 Nov 2015 18:01 WIB
petral
Hasil Audit Petral, Ada Anomali Pengadaan BBM
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyampaikan hasil audit investigasi dan forensik anak usahanya, Pertamina Energy Trading Limited diindikasikan adanya anomali pada pengadaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan hasil auditor telah diterimanya. Dalam hasil tersebut tercatat adanya anomali pada pengadaan BBM yang menyebabkan harga BBM nasional melambung tunggi.

"Laporan auditor sampaikan ada anomali pada pengadaan di Petral yang sebabkan harga BBM lebih tinggi," kata Dwi dalam konferensi pers, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Dwi menjelaskan ada tiga aspek kebijakan Petral terkait dengan pengadaan BBM dan minyak mentah. Dalam pengadaan, Pertamina Energy Service yang menyebabkan harga minyak dan produk minyak lebih tinggi.

Ada tiga aspek yaitu aspek pengadaan, kebocoran aspek informasi, dan adanya pengaruh eksternal.

Untuk aspek pengadaan, Dwi melanjutkan, berdasarkan laporan auditor terhadap kebijakan proses pengadaan ada dua pola yang dilaksanakan yaitu price taker dan nonprice taker. Pola ini yang digunakan untuk pengaturan volume minyak kepada nasional oil company.

"Soal kebocoran informasi rahasia di dalam beberapa tracking terhadap email maupun chatting yang ada, ditengarai adanya informasi-informasi mengenai soal patokan harga, volume dan lain lain yang bocor," beber dia.

Terakhir, aspek ketiga, Dwi menambahkan pengaruh pihak eksternal juga mempengaruhi pengadaan minyak mentah dan BBM dalam aspek pengembangan bisnis perusahaan.

"Aspek ketiga pengaruh pihak eksternal, dimana pihal eksternal itu mempenggaruhi beberapa aspek bisnis. Seperti pengembangan bisnis, dalam hal kemudian menjadi mitra tidak langsung negosiasi term condition, klaim, dan informasi terbatas," pungkas dia.



(SAW)