Jokowi: Presiden Italia Bawa Kontrak Senilai USD1,05 Miliar

   •    Senin, 09 Nov 2015 19:21 WIB
indonesia-italy
Jokowi: Presiden Italia Bawa Kontrak Senilai USD1,05 Miliar
: Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Republik Italia Sergio Mattarella (kiri) saat kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan kunjungan Presiden Italia Sergio Mattarella telah membawa delegasi bisnis sebanyak 30 orang dan akan menghasilkan total kontrak senilai kurang lebih USD1,055 miliar.

"Presiden Mattarella dan saya baru saja membahas upaya peningkatan hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi. Saya gembira bahwa dalam kunjungan ini terdapat delegasi bisnis sebanyak 30 orang," kata Presiden saat pernyataan pers bersama di Istana Merdeka Jakarta sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (9/11/2015).

Presiden mengungkapkan kontrak tersebut berupa kerja sama baru, terutama di bidang logistik energi dan infrastruktur serta ekspansi di bidang otomotif.

"Dalam pertemuan tadi, kami membahas empat isu utama," kata Jokowi yang didamping Presiden Mattarella.

Isu pertama, kata Presiden, membahas peningkatan kerja sama di bidang industri kulit, fashion, dan furnitur. Kedua, peningkatan kerja sama di bidang pariwisata. Ketiga, peningkatan kerja sama di bidang energi, termasuk penggunaan CPO sebagai salah satu sumber energi terbarukan dan keempat peningkatan kerja sama di bidang "interfaith" dialog.

Perdagangan pada 2014 mencapai USD 4,01 AS dan investasi Italia ke Indonesia mencapai USD 63,02 Juta. Jumlah wisatawan Italia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 68.000 orang.

"Saya gembira dalam pertemuan ini kami juga telah menandatangani dua dokumen kerja sama di bidang bebas visa untuk pemegang paspor diplomatis dan pspor dinas, serta kerja sama di bidang pariwisata," katanya.

Presiden Mattarella mengatakan bahwa kunjungan ke Indonesia merupakan kunjungan pertamanya di luar kawasan mediterania.

"Kami (Indonesia-Italia) telah memiliki kerja sama yang baik. Namun, (masih) ada potensi yang sangat besar untuk kepentingan kedua negara untuk memperkuat kerja sama," kata Mattarella.


(SAW)