Aktivitas Vulkanik Barujari Meningkat, Pariwisata Lombok Bali Terpukul

   •    Senin, 09 Nov 2015 21:49 WIB
gunung rinjani
Aktivitas Vulkanik Barujari Meningkat, Pariwisata Lombok Bali Terpukul
Foto: Gunung Barujari, Lombok, Nusa Tenggara Barat/Ant_Lalu Edi

Metrotvnews.com, Bali: Meningkatnya aktvitas vulkanik anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan puluhan penerbangan yang akan membawa wisatawan mancanegara batal terbang. Para turis asing itu hendak berwisata ke sejumlah tempat wisata melewati bandar udara yang ditutup akibat abu vulkanis Barujari.  

Kondisi ini memukul dunia pariwisata Indonesia, khususnya Lombok dan Bali. Bagaimana tidak. Rata-rata 10 ribu wisman berkunjung ke Pulau Dewata setiap hari. Bali adalah pintu masuk terbesar dari 40 persen wisman di Indonesia.

"Baik wisman maupun wisatawan nusantara menjerit semua. Sedih, kecewa, marah, tapi mau berkeluh kesah kepada siapa? Kejadian alam tak ada yang bisa menolak," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Yuniarta Putra, di Bali, Senin (9/11/2015).

Berkaca pada Agustus 2015, saat Gunung Raung menyebarkan abu vulkanik, Bali terpukul. Hampir tiga pekan Bandara Ngurah Rai ditutup sehingga jumlah kunjungan wisman ke Bali turun 11 persen. Padahal, Kementerian Pariwisata sedang gencarnya mempromosikan Pesona Indonesia (Wonderful Indonesia) di mana Great Bali salah satu lokomotifnya.  

"Saat ini sudah mendekati peak season akhir tahun. Kami sedih yang datang bukan wisatawan tapi bencana. Sulit rasanya mengejar target yang dicanangkan Pak Menpar (Arief Yahya). Sementara akses menuju Bali masih tergantung flight dan safety regulation," ujar dia.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Angkasa Pura I, dan Kementerian Pariwisata mengaktifkan kembali Crisis Centre di Bandara Ngurah Rai. Tim menyiapkan sejumlah bus untuk mengangkut wisatawan yang hendak ke Surabaya dan Banyuwangi.

"Menghibur para wisman yang batal terbang dan terdampar di bandara dengan musik. Termasuk melobi PHRI untuk memberi diskon khusus dan complimentary kepada wisman yang betul-betul terjebak erupsi," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Taufan Rahmadi mengaku tak dapat berbuat banyak. Ia berharap erupsi kali ini membawa berkah.

"Mungkin ini cara Tuhan memberi pelajaran buat kita semua untuk terus bekerja keras dan berinovasi dalam menghadapi gempuran tantangan di Kemenpar," kata Taufan.

Dari gejolak alam itu Taufan menemukan inspirasi. Ia mencanangkan Lombok sebagai destinasi gejala alam.   

"Bagaimana erupsi ini justru dijadikan megnet untuk mendatangkan wisatawan, terutama yang ingin melihat, baik proses gunung batuk-batuk mengeluarkan abu vulkanik, sampai pascaerupsi. Sebuah fenomena alam yang patut dikaji dan menjadi bahan yang unik untuk dipelajari. Ini adalah obyek bagi yang hobi trekking,”  kata dia.

 


(TTD)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA