Pengamat Ragu Agung Laksono Rela Ical Jabat Ketum Partai Golkar

M Rodhi Aulia    •    Senin, 09 Nov 2015 22:28 WIB
kisruh partai golkar
Pengamat Ragu Agung Laksono Rela Ical Jabat Ketum Partai Golkar
Acara Silaturahmi Nasional Partai Golkar yang dihadiri Golkar Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Wapres Jusuf Kalla dan Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA/ Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran Idil Akbar meragukan klaim bahwa Agung Laksono merestui Aburizal Bakrie (Ical) menjabat Ketua Umum Partai Golkar hingga 2019 mendatang. Sebab, kesepakatan belum sepenuhnya dipatuhi kedua belah pihak.

"Pertanyaannya bisakah Agung Laksono melakukan itu? Sejauh yang saya tangkap, Agung Laksono masih belum sepenuhnya bisa menerima keputusan," kata Idil kepada Metrotvnews.com, Senin (9/11/2015).

Idil mengatakan, Agung Laksono juga mengajukan sejumlah persyaratan pascaputusan Mahkamah Agung beberapa waktu yang lalu. Di antaranya penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dalam waktu dekat yang belum diamini kubu Ical.

"Semestinya pengakuan itu bukan hanya klaim, tapi directly disampaikan oleh Agung Laksono," ujar dia.

Jika memang benar klaim tersebut, Idil mengatakan tidak mudah Golkar kembali berjaya di tangan Ical di periode keduanya. Setidaknya ada empat faktor yang perlu diperhatikan.

Pertama, kata Idil, konflik internal sudah cukup menyedot energi dan yang tampak secara pasti adalah suara partai sudah tidak lagi bulat dan utuh untuk Golkar. 

"Kedua, Golkar tak punya track record atau pengalaman sebagai partai oposisi, dan itu membuat Golkar menjadi gamang sebab pendekatan politik tak lagi bisa melalui tangan-tangan teknokrasi, birokrasi dan sebagainya," terang dia.

Ketiga, lanjut Idil, Golkar akan disibukkan dengan usaha rekonsiliasi dan rekonsolidasi dalam tahun-tahun mendatang. Semua ini butuh fokus besar dan penanganan serta strategi yang tepat dan juga cepat. 

"Keempat, yang juga akan menjadi sandungan adalah posisi hukum Ical yang banyak dikait-kaitkan dengan pelanggaran seperti kasus lumpur Lapindo dan pertambangan yang akan menjadikan Ical, selalu ditargetkan sebagai sasaran tembak," ujar dia.

"Ical memang bukan politikus karbitan, tapi mengembalikan kejayaan bukan perkara mudah," imbuh dia.


(MEL)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA