Hari Pahlawan Harus Tingkatkan Kesadaran Publik Melawan Korupsi

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 10 Nov 2015 11:46 WIB
kpkhari pahlawan
Hari Pahlawan Harus Tingkatkan Kesadaran Publik Melawan Korupsi
Unjukrasa antikorupsi. Foto: R Rekotomo/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada sejumlah harapan di Hari Pahlawan. Bagi Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Indriyanto Seno Adji berharap peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial dan upacara. Namun kepahlawanan harus teraplikasi menjadi sikap positif publik.

Indriyanto berharap, peringatan Hari Pahlawan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melawan korupsi. "Hari Pahlawan ini diharapkan jadi momentum bagi bangsa dan negara ini untuk lebih meningkatkan santri atau 'Sadar Anti Korupsi'," kata Indriyanto dalam pesan singkat, Selasa (10/11/2015).

Menurut dia, salah satu yang perlu dilakukan publik adalah dengan ikut merevolusi mental yang digalakkan pemerintah. Salah satu caranya, ikut memberantas kejahatan korupsi sesuai dengan apa yang bisa dilakukan.

"Pahlawan revolusi mental adalah membangun bangsa yang bersih dari korupsi di semua sektor kehidupan," jelas pakar hukum pidana ini.

10 November 1945 silam, bangsa Indonesia kembali angkat senjata demi mempertaruhkan nasib kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Arek-arek Suroboyo menentang penjajahan kembali pasukan Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (Netherlands-Indies Civil Administration/NICA).

Tanggal 10 November pun dijadikan Hari Pahlawan. Untuk mengenang peristiwa 70 tahun silam itu, Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan, Surabaya. Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi inspektur upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan.



(KRI)