Pemberian Gelar Pahlawan Harus dari Usul Masyarakat

Anggitondi Martaon    •    Selasa, 10 Nov 2015 15:04 WIB
soehartodpr ads
Pemberian Gelar Pahlawan Harus dari Usul Masyarakat
Fahri Hamzah--Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan pemberian gelar pahlawan harus melalui prosedur yang benar. Menurutnya pemberian gelar harus berdasarkan usulan dari masyarakat.

Menurutnya, pemberian gelar tidak bisa langsung diusulkan oleh pemerintah pusat. Tapi harus harus melalui Kementerian Sosial yang dibantu oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), ‎yang tersebar diseluruh daerah. Prosedur itu dilakukan untuk menampung usulan masyarakat.

‎Politikus PKS ini mengingatkan bahwa pemberian gelar tidak boleh menjadi simbolisasi yang diberikan oleh pemerintah atau rezim penguasa. Tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan bukan orang yang dianggap hebat oleh pemerintah.‎

"Tidak saja karena imej, tapi ada dukungan luas dari masyarakat bahwa seseorang layak diberikan gelar nasional," kata Fahri di komplek Parlemen, Selasa (10/11/2015).

Saat ini nama Presiden RI kedua Soeharto dan Presiden RI keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur) tengah digodok oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang diketuai oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.
 
Sejumlah pro dan kontra bermunculan di tengah-tengah masyarakat, terkait pemberian gelar pahlawan ke dua nama tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuturkan, pemerintah memberi kewenangan penuh pada Dewan Gelar untuk memberi gelar pahlawan nasional. Meski akhirnya, keputusan gelar pahlawan nasional akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ini sudah lama ya. (Pemberian gelar pahlawan nasional) Gus Dur - Soeharto, tim lah yang nanti sampai ke presiden yang akan memutuskan akhirnya," ujar JK ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin.


(YDH)

Hakim Tolak Eksepsi KPK

Hakim Tolak Eksepsi KPK

2 hours Ago

Itu berarti, proses praperadilan terhadap Novanto bakal dilanjutkan ke tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA