Hari Pahlawan

Pelajar Berziarah ke Makam Komandan Pertempuran Surabaya

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 10 Nov 2015 15:19 WIB
hari pahlawan
Pelajar Berziarah ke Makam Komandan Pertempuran Surabaya
Pelajar dan guru menggelar tahlil di makam Kiai Abbas yang menjadi komando pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Kiai Abbas Abdul Jamil merupakan komandan pertempuran yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 November 1945. Di peringatan Hari Pahlawan, ratusan pelajar pun berziarah ke makam Kiai Abbas untuk menghormati perjuangannya.

Makam Kiai Abbas berada di Komplek Pemakaman Pondok Pesantren Buntet di Cirebon, Jawa Barat. Begitu kegiatan sekolah usai, para pelajar pun mendatangi makam.

Kepala MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren, Ubaidillah Arief, mengatakan mereka berziarah untuk mengenang kepahlawanan Kiai Abbas. Kegiatan itu juga mengenalkan Kiai Abbas sebagai tokoh penting di balik peringatan Hari Pahlawan.

"Untuk mengingatkan dan mengenalkan kepada para pelajar, tentang peran besar yang telah dilakukan oleh Kiai Abbas Abdul Jamil," kata Ubaidillah, Selasa (10/11/2015).

Mereka juga membaca tahlil dan berdoa untuk Kiai Abbas. Para guru dan kiai pun mengulas kembali perjuangan Kiai Abbas bersama santri-santrinya dalam peristiwa besar tersebut.

"Kiai dan santri cukup berperan dalam peristiwa tersebut, terutama Kiai Abbas Abdul Jamil," kata Qohar, guru di Buntet Pesantren.

Kiai Abbas merupakan pemimpin dalam pertempuran melawan penjajah dan sekutu di Surabaya. Adalah KH Hasyim Asy'ari, pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama, yang menunjuk Kiai Abbas sebagai komandan perang.

(Baca: Peran Kalangan Santri di Balik Peristiwa 10 November 1945)

Kiai Abbas merupakan putera Kiai Abdul Jamil yang merupakan salah satu penerus kepemimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Pesantren Buntet masuk dalam salah satu pondok pesantren tertua di Jawa. Pesantren didirikan pada 1750.

Bukan hanya pertempuran di Surabaya dan Cirebon, kepiawaian Kiai Abbas memimpin juga tercatat dalam sejarah saat ia membantu mengusir penjajah di Pati, Jawa Tengah.


(RRN)