Pemuatan Pasal di SE Ujaran Kebencian Dinilai Keliru

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 10 Nov 2015 16:52 WIB
ujaran kebencian
Pemuatan Pasal di SE Ujaran Kebencian Dinilai Keliru
Asep Komaruddin (kanan) dalam konferensi pers menyampaikan sikap terkait SE Ujaran Kebencian, Selasa (10/11/2015). Foto: Achmad Zulkfikar Fazli/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian dinilai keliru dalam perumusan isi Surat Edaran Ujaran Kebencian. Kekeliruan tampak dari pasal yang dimuat dalam SE tersebut.

Direktur Bidang Pers Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Asep Komarudin mempertanyakan sikap kepolisian yang mencantumkan pasal pencemaran nama baik, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan dalam SE ujaran kebencian. Menurut dia, pasal tersebut harus melalui delik aduan, sedangkan ujaran kebencian delik biasa atau tanpa aduan.

"Memasukkan (pasal) pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan. Jadi ini blunder sendiri buat kepolisian," kata Asep dalam konferensi pers di kantor Kontras, Jalan Kramat Raya II, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Apalagi menurut dia, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus frasa perbuatan tidak menyenangkan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Itu sudah dihapuskan, jadi tidak ada lagi frasa perbuatan tidak menyenangkan," tambah dia.

Oleh karena itu, ia mendesak agar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti segera mengkaji kembali SE Hate Speech yang telah ditekennya tersebut. Hal tersebut agar implementasi SE Ujaran Kebencian dapat dipahami,.

"Jangan sampai menimbulkan kasus lain yang muncul dari mekanisme edaran ini," pungkas dia.


(KRI)