Ratusan Warga Hadiri Deklarasi Provinsi Madura di Bangkalan

Agus Josiandi    •    Selasa, 10 Nov 2015 17:13 WIB
madura mau jadi provinsi
Ratusan Warga Hadiri Deklarasi Provinsi Madura di Bangkalan
Suasana di dalam ruangan di acara Deklarasi Provinsi Madura di Bangkalan, MTVN - Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Ratusan warga menghadiri acara Deklarasi Provinsi Madura yang berlangsung di Gedung Rato Ebuh Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Mereka pun menyatakan siap untuk memenuhi syarat agar Madura dapat berdiri sebagai provinsi baru.

Sejumlah spanduk tersebar di sekitar gedung, Selasa 10 November. Spanduk dilengkapi dengan tulisan 'Selamat Datang di Provinsi Madura' dan logo Provinsi Madura.


(Spanduk berjejer di gedung lokasi Deklarasi Provinsi Madura di Bangkalan, MTVN - Agus Josiandi)

Selain Panitia Pembentukan Provinsi Madura (P4M) dari empat kabupaten, sejumlah tokoh menghadiri acara itu. Beberapa di antaranya tokoh agama KH Badri Zaini dan H Rawi yang merupakan penggagas Provinsi Madura.

Acara berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.30. Tak tampak perwakilan dari empat pemerintah kabupaten yang berada di Pulau Garam itu.

Meski demikian, peserta deklarasi menyatakan sikap sepakat untuk mewujudkan Madura menjadi provinsi baru dan melepaskan diri dari Jawa Timur. Caranya yaitu memenuhi syarat menjadi provinsi baru. Satu di antaranya memiliki lima kabupaten dan kota di Pulau Madura.

"Ini kemajuan buat kita, yang jelas ini akan terus kami proses dan tidak hanya berhenti pada deklarasi," ujar Sekjen Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) Jimhur Saros.

Jimhur menilai kegiatan itu merupakan langkah awal yang baik untuk menjadi Provinsi Madura. Peluang itu, ungkapnya, terbuka dengan lebar.

Rencana Deklarasi Provinsi Madura itu sudah sampai di telinga Presiden Joko Widodo. Saat berkunjung ke galangan kapal PT Adi Luhung Sarana Segara Indonesia (ALSSI) di Kabupaten Bangkalan, Presiden menganggap wajar aksi deklarasi itu.

"Enggak ada masalah. Saya setiap ke daerah sering kok dengar pengajuan seperti itu. Jadi enggak ada masalah," terang Presiden.


(RRN)