Tak Kunjung Selesai, Ketua MP Golkar Sarankan Adanya Kepengurusan Transisi

Renatha Swasty    •    Selasa, 10 Nov 2015 20:51 WIB
dualisme golkar
Tak Kunjung Selesai, Ketua MP Golkar Sarankan Adanya Kepengurusan Transisi
Ketua Mahkamah Partai (MP) Golkar, Muladi. Foto: MTVN/ Renatha

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai Mahkamah Agung memutuskan supaya Menteri Hukum dan HAM mencabut SK Menteri Hukum dan HAM terkait kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono, partai berlambang pohon beringin itu belum juga bersatu. Kedua pihak yang berseteru masih tak juga melunak.

Sejumlah pihak yang tergabung dalam Generasi Muda Partai Golkar lantas menyuarakan kegelisahannya pada Ketua Mahkamah Partai (MP) Golkar, Muladi. Menanggapi kegelisahan itu, Muladi berharap partai segera bersatu dengan cara kepengurusan transisional atau rekonsiliasi.

"Elit dan kader Partai Golkar jangan berfikir kelompok, individual, fragmantasi tujuannya dalam menghadapi Pileg dan Pilpres. Mengenai kepengurusan, saran Mahkamah Partai dapat diadopsi dengan prinsip kepengurusan transisional atau rekonsiliasi," ujar Muladi usai bertemu Generasi Muda Partai Golkar di Restoran Merah Delima, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2015).

Muladi mengatakan kepengurusan bisa diisi seperti putusan Mahkamah Agung yakni kembali ke kepengurusan Riau 2009. Yakni Ketua Aburizal Bakrie dan Wakil Ketua merangkap Ketua Harian Agung Laksono. Sementara kepemimpinan di bawah bisa diisi sesuai persetujuan lanjutan lewat Mahkamah Partai.

"Saya dengar ini (Ical Ketua) sudah disetujui," beber Muladi.

Muladi yakin dengan disertai kesadaran serta solidaritas menghadapi masa depan partai, semua pihak bakal mau melakukan kepengurusan transisi. Tapi, Muladi tak merinci sampai kapan pimpinan transisional harus ada.

Wakil Sekjen Golkar kubu Agung Laksono, Lamhot Sinaga menyambut baik keinginan Muladi. Tapi dia berharap kepemimpinan transisi tidak melebihi dari Munas 2016.

"Kepengurusan harus ada batasan. Sehingga jangan sampai kepengurusan transisi sampai memunculkan konflik baru. Itu yang kita hindari," ujar Lamhot.

 


(ALB)