Soeharto Dinilai tak Layak Dapatkan Gelar Pahlawan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 11 Nov 2015 00:51 WIB
hari pahlawan
Soeharto Dinilai tak Layak Dapatkan Gelar Pahlawan
Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil Politik Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Putri Kanesia (tengah) bersama Anggota Kontras Puri Kencana (kiri) dan Staf Divisi Pembelaan Hak Sipil Politik Kontras Arif Nurfikri (kanan) Foto:Ant

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi untuk Anak Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) menentang wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Pasalnya, Kontras menilai presiden kedua Republik Indonesia ini sangat bertanggung jawab atas segala peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu.

Kadiv Pembelaan Hak Sipil Politik Kontras, Putri Kanesia mengatakan, Kontras beberapa tahun lalu pun sempat melayangkan gugatan atas wacana ini. Agar pemerintah mengurungkan niatannya untuk memberikan gelar pahlawan bagi Soeharto.

"Jadi beberapa tahun lalu kontras pernah melakukan gugatan uji materi kepada negara terkait dengan usuluan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto. Yang menurut kita menjadi salah satu orang yang bertanggungjawab terkait dengan banyaknya kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, seperti kasus mei dan sebagainya," kata Putri di Kantor Kontras, Jalan Kramat Raya II, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).

Ia pun mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang mengusulkan wacana pemberian gelar pahlawan ini. Lagi pula kata dia, Kontras pun menilai gelar pahlawan tidak relevan diberikan kepada Soeharto ini.

"Jangan menyamakan orang pernah melakukan tindakan pelanggaran HAM di masa lalu dengan orang-orang yang punya kontribusi banyak untuk Indonesia baik di masa lalu, sekarang dan masa depan," ujar dia.

Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah agar tidak sembarangan dalam memberikan gelar pahlawan nasional. "Jadi saya pikir harus hati-hati juga untuk menyebutkan satu nama tertentu untuk dimasukan sebagai pahlawan nasional," pungkas dia.


(ALB)